Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sawer Pembaca Qur'an Bentuk Desakralisasi Terhadap Al-Qur'an

Monday, January 23, 2023 | Monday, January 23, 2023 WIB Last Updated 2023-01-23T10:17:41Z

Oleh Yunita M
 (Anggota Komunitas Sahabat Hijrah Balut-Sulteng)

Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita yang sedang membaca kitab suci Al-Qur'an disawer bak penyanyi dangdut. Hal ini jelas sangat tak pantas dilakukan. Bagaimana pun ini adalah bentuk penghinaan dan pelecahan terhadap kitabullah.

Menurut Nadia Hawasyi, selaku qariah, ia marah dan menegur panitia usai disawer saat membacakan Qur'an. Ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa saat disawer. Sebab, saat itu ia tengah membacakan ayat suci Al-Quran.  Nadia tidak terima diperlakukan seperti itu. Pernyataan Nadia disampaikan melalui akun instagramnya. (cnnindonesia.com05/01/2023)

Sangat disayangkan hal tersebut bisa terjadi. Entah apa yang ada dipikiran sang penyawer. Hal ini sudah sangat melampawi batas dan tidak bisa ditolerir. Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang wajib dijaga, dimuliakan, dan dipelihara kesuciannya. Tentunya dengan cara-cara yang semestinya.

Diketahui kejadian ini banyak menuai kritikan dari berbagai pihak, tak terkecuali Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis. Beliau mengaku geram akan hal tersebut. Cholil menyatakan saweran uang kepada qari atau qariah merupakan cara yang salah dan tak menghormati majelis dan melanggar norma-norma kesopanan.

Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang sangat dimuliakan sebagai pendoman hidup seluruh umat muslim. Mengibaratkan qariah, seperti penyanyi dangdut yang disawer adalah bentuk desakralisasi Al Qur'an juga bisa termasuk kedalam penghinaan. 

Mirisnya, yang melakukan (menyawer) hal tersebut adalah seorang muslim itu sendiri.  Ini mencerminkan kurang dan rusaknya pemahaman umat muslim akan adab-adab terhadap Al-Qur'an dan segala yang berkaitan dengannya. Bagaimana memelihara juga menjaga kesakralan kitabullah. Allah Swt. berfirman

"Sunggu kami telah menurunkan Al-Qur'an dan kami pasti akan menjaganya."
(TQS. Al-Hijr15:09)

Bahkan Allah pun telah menjaga Al-Qur'an, dan itulah yang seharusnya seorang muslim lakukan. Bukan malah menjadikan Qur'an sebagai bahan candaan atau hiburan. 

Sekularisme Liberal Menjadikan Tingkah Laku Manusia Melampawi Batas

Hidup dalam cengkraman sistem sekuler yang tak menjadikan agama sebagai aturan hidup. Menjadikan manusia bertingkah dan berperilaku seenaknya. Berangkat dari kebebasan (liberal) yang dijadikan standar dalam berbuat ini, menjadikan seorang muslim digiring berbuat semaunya tanpa terikat dengan syariat. Sehingga pelecehan dan penghinaan terhadap Islam dan simbol-simbolnya cenderung berulang terjadi. Termasuk dalam hal ini desakralisasi terhadap Al-Quran, dan penghinaan terhadap qoriahnya.

Negara dalam sistem sekuler sering kali tak mampu memberikan sanksi dan hukuman tegas bagi para pelaku yang dengan sengaja melakukan penghinaan terhadap agama maupun simbol-simbolnya. Hukum yang menjerat mereka, seakan tumpul dan tak berpengaruh. Pada beberapa kasus sejenis yang terjadi, para pelaku hanya dituntut untuk sekadar klarifikasi dan permohonan maaf. Sementara untuk hukuman bagi mereka, cenderung dilonggarkan.

Butuh Sistem yang Mengikat Perilaku Sesuai Syariat

Selama kita masih berada dalam sistem hidup yang mengagungkan kebebasan, maka umat Islam cenderung akan selalu dipengaruhi dan digiring untuk bebas melakukan sesuatu.  

Sementara jika kita kembali pada Islam, maka kita akan mendapati bahwa tingkah laku seorang muslim harus senantiasa dalam aturan syariat. Termasuk dalam hal berinteraksi dengan Al-Qur'an. 

Seperti yang kita ketahui dalam Islam, Al-Qur'an wajib dijaga dan dimuliakan. Adab-adab terhadap Qur'an juga telah ditetapkan. Dalam Islam, orang-orang yang membacanya harus dalam keadaan suci, duduk dengan sopan dan tenang. Sementara itu, diperintahkan juga untuk membaca dengan tartil (pelan) dan tidak terburu-buru, agar dapat menghayati setiap ayat yang dibaca.

Sementara, bagi yang mendengarkan ayat suci Al-Qur'an hendaknya mendengarkan  dengan baik dan tenang agar mendapat rahmat dari Allah Swt. Artinya mendengarkan lantunan ayat-ayat suci dengan baik, tidak boleh mengganggu ataupun melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan. Termasuk kepada para qarih maupun qariah.

Namun sayangnya, adab-adab terhadap Qur'an sering tersampingkan, bahkan mungkin dilupakan. Sebab, sekularisme telah menggiring pola pikir dan pola sikap manusia menjauh dari aturan agama .

Maka, kita perlu adanya sistem hidup yang mengikat perilaku umat agar senantiasa berada dalam syariat sehingga tak mudah melakukan perkara-perkara mungkar. Menjaga adab dan akhlak manusia, hanya Islamlah sebagai sistem kehidupan melahirkan aturan paripurna untuk mengatur segala aspek kehidupan. 

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update