Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Paket Kado Tahunan Untuk Rakyat Indonesia

Thursday, January 05, 2023 | Thursday, January 05, 2023 WIB Last Updated 2023-01-05T09:53:41Z

Oleh. Desi Sae 
Pemerhati Perempuan.

Tak terasa hampir sepekan kita telah melewati tahun baru 2023. Ada hal yang biasa terjadi mulai menjelang tahun baru hingga bergantinya tahun baru tersebut. Hal ini tak asing di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Ibarat sebuah kado spesial yang dinanti-nanti, maka hal inipun dengan mudahnya bagi pemerintah untuk dapat mendistribusi hingga rakyat bawah. Bedanya adalah tak seindah kado paket yang datang dengan kurirnya ke rumah kita. Membawa hal yang bermanfaat bagi kita. Maka akan dengan sumringahnya kita sambut kado spesial itu.

Namun, kado spesial tahunan yang senantiasa datang ini, adalah naiknya harga kebutuhan masyarakat. Terutama pangan. Dan hal ini sungguh tak diinginkan oleh masyarakat. Saat ini dengan terpaksa, mau tidak mau, masyarakatpun menjadi terbiasa dengan kado tahunan tersebut.


 *Air Mata Belum Kering* 
Ditengah masyarakat belum lama rakyat banyak yang menjerit dan menangis dengan kenaikan harga BBM. Tentu saja kita semua dapat mengetahui bahwa hal inilah yang akan menyebabkan kenaikan harga pangan disemua komoditi barang. 

Dan kini seolah air mata itu belum kering, rakyat ditambah dengan kiriman kado tahunan yaitu Kenaikan harga pangan yang terus merangkak naik menjelang natal & tahun baru. Menurut Panel Harga Badan Pangan Nasional  banyak komoditi pangan yang mengalami kenaikan harga baik beras,bawang, cabei, telur hingga perminyakkan. Dan masih banyak lagi.

Rakyat menengah kebawah yang paling merasakan dampak dari kado tahunan ini yaitu kenaikan harga kebutuhan pangan. Pasalnya mereka hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu setiap harinya. Ibu-ibu rumah tangga pun merasa sedih tidak bisa membelanjakan menu makanan sehat karena tidak terjangkau harganya dirasa terlalu mahal, akibatnya pemenuhan gizi pada anak anak pun tidak tercukupi.  

Dari sisi para pedagangpun mulai gelisah karena lonjakan harga pangan mengakibatkan daya beli masyarakat jadi rendah. Parahnya lagi rakyat yang masuk dalam golongan miskin pun akan terus meningkat jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan serius dalam mengendalikan harga pangan di seluruh wilayah Negri ini. 

Dari semua kondisi yang biasa terjadi ini, jika dibiarkan maka senantiasa akan menaikkan angka kemiskinan dan tentunya berkorelasi dengan angka kriminalitas kedepannya.

*Menyelesaikan Masalah*
Perlu menjadi catatan penyebab tak terkendali munculnya kado tahunan ini. Semuanya bermuara pada liberalisasi di sektor pangan. Kemudahan impor pangan, seperti  yang tertuang pada UU Omnibus Law Cipta Kerja saat ini, akan ditinjau ulang. 

Solusi jitu dalam menyelesaikan maslah hinga.ga menstop tidak ada lagi kado tahunan seperti ini maka kita kembalikan kepada sistem yang Maha Sempurna, yaitu Sistem Islam dengan penerapan Islam Kaffah. Indonesia, contohnya, Negara dengan konsep Islam maka akan mengoptimalkan produksi dalam negeri dengan memberdayakan pengelolaan tanah-tanah pertanian dan tanah-tanah menganggur, yang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang paling mutakhir. Dengan produksi pangan yang melimpah, bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan penduduk negeri ini yang terus meningkat tetapi dapat diekspor ke negeri-negeri yang mengalami kekurangan pangan, yang didasarkan pada kepentingan dakwah dan kemanusiaan, selain yang diekspor untuk mendapatkan devisa untuk mewujudkan negara industri yang tangguh.

Dalam pandangan Islam, Keanggotaan Indonesia pada WTO yang sarat kepentingan negara-negara maju serta menyebabkan kebijakan perdagangan Indonesia dan negeri-negeri Muslim tidak independen juga akan diakhiri. 

Sikap mandiri dan independen tanpa peran asing tersebut juga akan memudahkan pengendalian harga komoditas di level global sehingga tidak lagi dikontrol oleh para spekulator di pasar berjangka. Pasar komoditas berjangka, yang memperjualbelikan barang tanpa adanya serah terima barang dan atau menjual barang yang belum dimiliki, ilegal dalam perspektif Islam.

Alhasil, dengan penerapan syariah Islam yang kaffa, kenaikkan pangan terjadi saat ini akan lebih mudah diatasi, sekaligus mampu menyelamatkan jutaan umat manusia yang menderita akibat krisis yang lahir dari sistem kapitalisme yang mendominasi dunia ini.

Tentunya kesejahteraan akan dirasakan baik oleh umat islam maupun non muslim. Dan ini sudah terbukti berabad-abad pada masa kekhilafahan Islam.

WalLaahu a’lam bi ash-shawwaab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update