Oleh Dian Safitri
Miris, baru-baru ini sejumlah mahasiswa korban investasi bodong di Kabupaten Jember, melapor ke Mapolres Jember, Kamis, 14 Oktober 2022. Dalam kasus ini korban yang jumlahnya 70 orang mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta.
Afandi selaku koordinator mahasiswa yang juga menjadi Korban investasi bodong, menceritakan, penipuan ini berawal saat dirinya bersama mahasiswa lain ditawari investasi dengan hasil yang cukup menjanjikan oleh korban. Saat itu terlapor berinisial SL, warga Kecamatan Sumberjambe, Jember, mendatangi korban di sebuah rumah yang beralamat di Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Jember.
Afandi menjelaskan, saat itu terlapor menawarkan investasi produk pertanian dan hal-hal yang berhubungan dengan pertanian. Terlapor menawarkan keuntungan yang dapat diambil dalam waktu tiga sampai empat hari. Paling lambat satu minggu. Keuntungan yang ditawarkan dari dana yang diinvestasikan korban juga cukup besar, yakni antara 30 sampai 40 persen. Bahkan, terlapor juga memastikan uang yang diinvestasikan oleh korban bisa ditarik 100 persen.
Janji manis yang ditawarkan terlapor ternyata mampu membuat korban langsung percaya begitu saja. Sedikitnya ada 14 mahasiswa saat itu mengirimkan uang dengan nominal Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta kepada terlapor.
Tidak bisa dimungkiri adanya sejumlah mahasiswa yang terjerat pinjaman online menggambarkan potret kehidupan pemuda hari ini yang telah teracuni oleh pemikiran kapitalis. Paradigma kesuksesan pemuda hari ini manakala dia bisa meraih materi sebanyak-banyknya.
Paham sekuler kapitalisme dalam sistem pendidikan hari ini telah menjauhkan pemuda dari posisi strategisnya sebagai penggerak perubahan menjadi terbentuknya peradaban gemilang ini tampak dari pemberdayaan potensi pemuda pada hitung-hitungan ekonomi dan nihil pertimbangan ideologi.
Sistem kapitalis yang diterapkan di negeri ini sejatinya untuk membelokan perjuangan pemuda agar mendukung penuh kebijakan rezim neoliberal bahkan mencengkram seluruh potensi pemuda agar pemberdayaan mereka di seluruh bidang tidak keluar dari desain kapiltalisme global, dan jika ini terjadi terus menerus dan dibiarkan, sungguh sangat berbahaya. Maka upaya yang harus dilakukan adalah melepaskan mereka dari sistem kapitalisme.
Ideologi Islam akan menjadikan pemuda Muslim memiliki kaidah berfikir yang bisa mengarahkan umat untuk maju dan membangun peradaban cemerlang, pemuda yang memiliki ideologi Islam akan memiliki kesadaran politik Islam, mereka akan menyadari berbagai persoalan kehidupan yang menimpa umat manusia hari ini adalah akibat ideologi kapitalisme sekuler yang jauh dari rida Allah. Mereka akan bangkit dan mencampakkan pemikiran kapitalis yang rusak dari benak mereka. Mereka akan bertransformasi menjadi pemuda ideologis yang mampu menjadi pelopor perjuangan umat untuk mengembalikan Islam dalam tatanan kehidupan manusia, dengan demikian keberkahan akan diraih di seluruh muka bumi ini.
Orientasi pemuda memiliki visi keutamaan untuk menyongsong lahirnya sistem kehidupan Islam, mereka akan menyibukkan dirinya pada aktivitas yang mengantarkan pada visi tersebut. Mereka akan menjadi sosok yang berani menyatakan visinya secara terang-terangan ke tengah masyarakat yakni melanjutkan kehidupan Islam di dalam dan di luar negeri dalam institusi politik Islam yakni khilafah.
Maka ke arah inilah pemberdayaan pemuda Muslim harus diarahkan yakni mewujudkan para pemuda yang berideologi Islam yang siap memperjuangkan Islam semata-mata dengan penuh kesadaran iman.
Wallahu a'lam bishawwab
.jpg)
No comments:
Post a Comment