Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Beras di Negeri Agraris

Saturday, December 03, 2022 | Saturday, December 03, 2022 WIB Last Updated 2022-12-03T00:28:48Z

Oleh: Dewi Kusuma
(Pemerhati Umat)

Indonesia dikenal sebagai negeri Zamrud Khatulistiwa, negeri yang kaya raya baik dari segi hasil laut, kandungan kekayaan yang ada di dalam bumi maupun yang ada di hutan.
Bahkan Indonesia pun dikenal sebagai negeri agraris yang kaya akan pertanian, mempunyai tanah yang sangat subur. Mengapa justru krisis beras bisa terjadi?

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Sebuah lirik lagu yang menggambarkan bahwa Indonesia adalah tanah yang subur dan makmur.
Apapun yang ditanam akan tumbuh dan berkembang. Tanah pertanian yang gembur dan mudah untuk dikelola. Untuk menanam padi pun bisa menghasilkan  panen hingga 3 tiga kali dalam setahun.

Adanya krisis beras ini tentu merupakan hal yang ironis. Kandungan tanah yang subur, tentunya tak mungkin sampai terjadi krisis bahan pokok. Beras adalah sebagai bahan dasar makanan  pokok di Indonesia. Tentu terdapat sesuatu yang salah kelola. 

Dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID, 29/11/2022 JAKARTA - Dilema impor beras di tengah klaim surplus produksi beras nasional dinilai menjadi kemunduran kebijakan pangan Indonesia. Pasalnya, pemerintah dinilai tidak memiliki perencanaan dan antisipasi yang tepat untuk memitigasi berbagai risiko pangan yang terjadi (republika.co.id, 29/11/2022) 


"Jadi, kalau kita sekarang kekurangan pangan (beras) dan cari solusinya sekarang, sungguh suatu kemunduran. Mestinya itu diantisipasi sebelumnya, apalagi penduduk kita tidak sedikit," kata Pakar Pertanian IPB University, Yusman Syaukat dalam webinar Pataka, Selasa (29/11/2022).

Yusman mengatakan, cadangan beras nasional hingga akhir Juni 2022 berdasarkan survei BPS mencapai 9,17 juta ton, dengan 6 juta ton di antaranya berbentuk gabah. Di satu sisi, Indonesia memiliki tanah yang subur bahkan dapat melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun.

Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) berharap, agar pemerintah segera merealisasikan impor beras melalui Perum Bulog. Situasi perberasan nasional dinilai dalam situasi yang mengkhawatirkan lantaran pasokan menipis.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) Jakarta, Zulkifli Rasyid, menjelaskan, rata-rata harga beras medium di pasar terus merangkak naik. Saat ini menjadi 9.200 rupiah per kg yang awalnya hanya 8.300 rupiah per kg. Harga ini mendekati HET beras medium di level konsumen sebesar Rp 9.450 per kg.

Sedangkan untuk  PIBC kebutuhan beras per hari 2.500- 3000 ton. Saat ini, menurut Zulkifli, pasokan yang masuk ke PIBC sudah mengalami Zulkifli

Menurutnya, pasokan beras dari daerah sudah tidak ada. Satu-satunya yang bisa mensuplai ke pasar induk adalah Bulog. Tapi (cadangan) di Bulog juga kurang cukup, ungkapnya dalam sebuah webinar yang digelar Pataka, Selasa (29/11/2022).

Indonesia sebagai negara agraris sampai kekurangan beras. Tentunya hal ini amat sangat memprihatinkan.  Para petani Indonesia bisa panen hingga 3 kali dalam setahun. Iklim di Indonesia sesuai untuk perkembangan pertanian.

Sistem Islam sangat mengutamakan ketahanan pangan. Terlebih beras sebagai bahan dasar bagi kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok
/kebutuhan dasar negara Islam akan menjamin seluruh kebutuhan warga negaranya. Seperti papan, pangan,  kesehatan, pendidikan dan keamanan akan diberikan secara gratis. Jika kita bisa menyimak sejarah bagaimana Umar bin Khattab yang rela memanggul gandum sendiri ketika didapati ada sebuah keluarga yang tidak bisa memasak karena tidak mempunyai bahan makanan yang bisa dimasaknya. Ibu tersebut merebus batu demi menenangkan anak-anaknya yang kelaparan. Umar bin Khattab sebagai Khalifah dimasa itu merasa sangat berdosa karena ada umatnya yang kelaparan dibawa kekuasaannya. Sehingga beliau rela memanggul gandumnya sendiri untuk diberikan langsung kepada keluarga tersebut. Hal ini dilakukan demi menyadari kesalahannya dalam memimpin negara.

Sungguh hal ini sangat berbeda dengan masa kepimpinan era now yang sistemnya bukan dari Islam. Sistem kapitalisme yang mengutamakan para pemilik modal. Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Bahkan demokrasi yang menganggap bahwa banyaknya suara adalah suatu yang dianggap benar,  suara rakyat adalah suara Tuhan. Semua sistem yang bukan berasal dari Allah tentu akan mengutamakan orang-orang yang berkepentingan di dalamnya. Akan mengutamakan para pemilik modal, mengutamakan penentu kebijakan tanpa mementingkan rakyat yang dipimpinnya.

Kebutuhan para petani dalam negara Islam akan dipenuhi secara gratis. Baik pengadaan bibit, pupuk maupun peralatan bertani akan diberikan secara gratis. Bahkan para petani yang tidak mempunyai lahan akan diberikan lahan pertanian secara gratis, agar mereka bisa bercocok tanam.

Inilah bentuk periayahan seorang pemimpin sebagai bentuk tanggung jawab kepada umatnya. Pemimpin yang menerapkan aturan Allah ini disebut sebagai Khalifah. Dia bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan pokok warga negaranya. Bahkan khalifah wajib menyediakan lapangan kerja umatnya. Salah satunya dengan menyediakan hal tersebut di atas. 

Islam menjelaskan bahwa:
 Pertama, pemilik hakiki dari tanah adalah Allah Swt. 
Kedua, Allah Swt sebagai pemilik hakiki telah memberikan kuasa kepada manusia untuk mengelola tanah menurut hukum-hukum Allah.


Allah Swt berfirman, 
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah: 30) 

Islam selamatkan negeri untuk meraih rida Allah dengan mentaati aturan-Nya.
 


Wallahu a'lam bishawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update