IBU RUMAH TANGGA
Saat ini krisis adab melanda remaja dan pelajar di Tanah Air, maka para orang tua dan para pendidik mesti prihatin dan waspada. Beberapa hari lalu viral vidio sekumpulan pelajar SMA di Tapanuli Selatan yang menendang seorang perempuan lansia hingga mental. Sebelum itu, beredar juga vidio beberapa pelajar SMP mem-bully kawan nya di dalam kelas. Mereka rami-ramai memukuli dan menendang kepala korban hingga pingsan.
Ada apakah gerangan dengan remaja dan pelajar di Tanah Air yang sering melakukan kriminal dan perbuatan tercela serta tidak terpuji seperti diatas? Ini menandakan bahwa ada persoalan besar dalam dunia pendidikan dan lingkungan sosial anak- anak muda di Tanah Air.
Dari sisi kain, pengajaran Islam justru semakin dijauhkan. Orangtua, sekolah dan masyarakat terus ditakut - takuti dengan isu' Islam radikal' di kalangan pelajar.
Krisis adab yang melanda remaja dan pelajar indonesia tercemin dari semakin banyak nya perilaku amoral dari sebagian mereka. Sebagian mereka terbiasa dengan kata-kata kasar, melawan orang tua dan guru, melakukan perundungan( bullying). Bahkan ada yang berani melakukan tindak kriminalitas seperti tawuran, pencurian, perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) juga melaporkan hasil survey bahwa ada 2,3 juta pelajar yang mengkomsumsi narkoba. Tidak sedikit pula pelajar putri yang menjalankan profesi sebagai PSK, bahkan ada pelajar yang menjadi mucikari dengan menawarkan teman- temannya kepada para lekaki hidung belang.
Kalau kita telusuri lebih lanjut krisis adab di tengah remaja dan pelajar adalah akibat buah sistem pendidikan sekuler. Telah lama dunia pendidikan hanya mementingkan prestasi akademik dan berorientasi pada lapangan kerja, bukan demi membentuk kepribadian Islam.
Sinyal agama makin dijauhkan dari pendidikan nasional juga tercemin dalam Peta Jalan Pendidikan 2020 - 2035 yang kini tengah digodok Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud). Di situ frase agama dihilangkan. Walaupun Draf itu mengundang kecaman dari berbagai ormas Islam, seperti Muhammadiyah, namun ,Kemendikbud berdalih isi draf itu masih dalam rancangan, dan akan diperbaharui.
Islam adalah satu - satunya agama yang dapat mengubah masyarakat jahiliah (yang percaya syirik, tahayul, khurafat; biasa berzina, minuman keras,riba, dsb ) menjadi masyarakat yang berperadaban unggul dan berakhlak mulia. Inilah realita yang di gambarkan oleh al- Qur' an : (TQS Ibrahim(14):1).
Kunci keberhasilan sistem pendidikan islam terletak pada tiga hal: Pertama, menjadikan akidah Islam / keimanan sebagai dasar pendidikan. Dalam sistem pendidikan Islam, kepada para pelajar ditanamkan keimanan kepada Allah SWT dan ketaatan pada ajaran Islam. Dengan begitu setiap ilmu yang dipelajari menjadikan mereka semakin beriman dan bertakwa.
Kedua, mempunyai tujuan yang jelas, yaitu mencetak kepribadian Islam (syakhsiyyah islaamiyyah). Bukan untuk mencetak pata pekerja di dunia ibdustri atau mnenjadi para pengusaha. Namun diarahkan menjadi pribadi yang memiliki.kecerdasan beragam untuk kontribusi bagi umat. Nabi saw bersabda; " Sebaik - baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain nya( HR Ahmad).
Para pelajar dibentuk pola pikir dan pola sikapnya agar senantiasa selaras dengan Islam. Pengajaran Islam diberikan kepada para pelajar bukan untuk menjadi hapalan atau teori semata, tetapi untuk menjadi petunjuk kehidupan yang praktis/ amaliah.
Para ulama percaya jika pwlajar memiliki adab mulia maka Allah SWT akan memudahkan mereka dalam memahami ilmu.
Ketiga, saat ada pelanggaran atau tindak kriminal, negara akan menerapkan hukum yang tegas kepada pelakunya. Negara akan menerapkan sanksi bagi para pelanggar hak- hak masyarakat. Remaja dan pelajar yang melakukan tindak kriminal, jika mereka terbukti balig, diberi sanksi sebagaimana orang dewasa. Jija merekabberzina, berlaku cambuk 100 kali. Jika mereka mencuri berlaku sanki potong tangan. Demikian seterusnya. Sebaliknya jika mereka terbukti belum balig, maka wali atau orangtua mereka diperintahkan oleh pengadilan untuk mendidik dan menasihati mereka. Hal ini karena Nabi saw. menyebutkan hisab Allah tidak berlaku pada anak yang belum balig.
Wahai kaum muslim! Saat nya kita menyelamatkan para remaja dan pelajar dari krisis adab/akhlak. Mereka adalah harapan masa depan umat ini. " Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan biarkan anak- anak muda umat ini terperosok ke dalam kubangan lumpur sekulerisme yang telah nyata merusak akhlak mereka.
Islam adalah solusi yang akan memperbaiki akhlak para remaja dan pelajar. Karena itu mari kita menjadikan Islam sebagai solusi total kehidupan. Hanya Islam yang telah terbukti dalam sejarah mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Wallaahu a'lam bi ash- shawwaab.

No comments:
Post a Comment