(Aktivis Mahasiswa)
Para Santri adalah elemen penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia,tentu kita menolak lupa atas jasa para santri dalam melawan para penjajah di Padang, Jawa, Aceh pada rentang Tahun 1840-1819. Nyatanya spirit Islamlah yang mendorong mereka untuk bisa membebaskan Nusantara dari belenggu penjajahan.
Namun Saat ini kita dibuat berulangkali kecewa atas potret buram para santri yang tidak mencerminkan kepribadiannya. Idealisme mereka terbajak gaya hidup ala barat dan bahkan parahnya menjadi corong moderasi beragama.Hal ini juga di buktikan dengan MGMP PAI SMK Kota Magelang rancang pembelajaran Berbasis moderasi Beragama dan profil pelajar Pancasila.
Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menag RI Yaqut Cholil Qoumas dalam peringatan Hari santri 2022 dengan mengangkat tema besar, Berdaya Menjaga Martabat kemanusiaan beliau mengatakan “Hari santri Harus bisa dirasakan semua pihak tidak hanya kalangan santri,melainkan juga harus melibatkan berbagai tokoh lintas agama.”Jangan ikut latah." Tentu hal ini menampar kita sebagai kaum muslimin para santri yang seharusnya tampil dengan identitas keislamannya malah diminta untuk berbaur dengan ide moderasi yang kental dengan nilai pluralisme bahkan membenarkan ajaran agama lain, bahkan dengan beraninya kementrian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kementrian Agama dan jajarannya menerbitkan seragam Moderasi beragam bagi para pegawainya yang anehnya didalam baju tersebut akan ada gambar salib, bersanding dengan masjid, vihara, pure, kelenteng dan sebagainya Naudzubillahimindzalik.
Santri Dikepung Moderasi
Moderasi beragama adalah dagangan lama yang dijajakan kepada kaum muslimin. Tujuannya tidak lain guna menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam itu sendiri. Barat ketakutan bergetar bahkan demam dalam menghalangi lajunya kebangkitan Islam. Padahal sejatinya ini adalah arus sesat yang menginginkan kaum muslim memiliki pandangan dengan menggunakan kaca mata barat saja bukan dengan islam.
Mengapa kita harus mewaspadai moderasi beragama?.Moderasi beragama adalah gagasan Barat dalam membendung Islam Kaffah. Memporak porandakan persatuan dan kebangkitan umat Islam.Islam di abaikan sebagai solusi kehidupan. Memalingkan umat Islam dari perjuangan Islam yang benar. Umat Islam dilanda krisis Islamophobia
Ketika ide moderasi beragama di implementasikan dalam kehidupan justru hanya akan meliberalisasikan generasi, serta melemahkan keimanannya dan membuatnya ragu terhadap ajaran Islam Kaffah. Hasilnya terbukti dengan profil generasi yang semakin moderat bukan taat. Para santri terkungkung arus moderasi beragama yang digaungkan oleh negara sendiri. Mereka diseret bahkan dijadikan corong sekaligus aktor dalam menjajakan ide ini. Bahaya besar mengancam anak anak kita sekarang bahkan jika dibiarkan sampai nanti.Teladan benar benar berubah memandang musuh begitu gagah, bukannya menelurkan ulama Faqqih Fiddin, melainkan antek barat berwajah lslami. Maka hanya satu kata untuk ide tersebut TOLAK.
Islam Solusi kembalikan Santri menjadi Generasi Qur’ani
Para Santri adalah aset besar. Menjaganya menjadi keharusan, kewajiban. Mereka ibarat motor penggerak perubahan. Jiwa muda berlandaskan agama kuat imannya,tangguh pribadinya. Jangan sampai dirusak oleh ide yang justru menjauhkan mereka sendiri dari Islam. Islamlah yang menjadi ruh mereka dalam berbuat dan bersikap.
Dalam sejarah Panjang kaum muslimin pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat membuktikan bahwa pemuda termasuk santri adalah sosok yang kokoh dalam memegang Syariat Islam dan berada dalam garda terdepan membela kemuliaan Islam. I
Itu semua dikarenakan besar kecintaannya pada sains dan tekhnologi sama besarnya dengan kebenciannya terhadap kemaksiatan. Mereka tidak begitu saja terbentuk melainkan lahir dari rahim pemerintahan mulia bersendikan Islam Kaffah Khilafah Islamiyyah menyertai membina mendidik mereka menjadi generasi terbaik diseluruh penjuru negeri. Sebut saja sosok Wanita penjual susu yang bernama Fatimah yang ketaatannya pada Allah Swt luar biasa. Dikisahkan Fathimah menolak ajakan ibunya untuk mencampurkan air dengan susu ditengah malam saat orang orang tidak melihatnya melakukan perbuatan itu. Menantu idaman Umar bin Khatab sehingga darinya lahirlah keturunan terbaik dari nasab terbaik yakni Umar Bin Abdul Aziz. Khilafah Islamiyyah juga akan memastikan setiap kurikulum yang diberikan adalah yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam bahkan mudah difahami dengan menggunakan metode Talqiyyan Fikriyan. Anak didik termasuk para santri dapat memahami pelajaran terbaik dengan menggunakan Islam sebagai dasarnya. Kembalikan posisi strategis santri dengan kembali pada islam kaffah.Wallahua’alam Bishawab

No comments:
Post a Comment