Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Wajib Diteladani

Tuesday, November 01, 2022 | Tuesday, November 01, 2022 WIB Last Updated 2022-11-01T11:07:55Z

Oleh : Sri Nawangsih
Ibu Rumah Tangga


“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari  kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab:21)

Rasulullah adalah satu- satunya pribadi yang wajib diteladani dalam semua hal, sebagai ahli ibadah, seorang yang berakhlak mulia, suami yang lembut, ayah dan kakek teladan hingga menjadi kepala negara.

Kita sekarang berada di bulan rabi'ul awal, bulan dimana Nabi Muhammad Saw. dilahirkan. Pada moment ini suasana kerinduan umat Muslim kepada sosok Baginda Nabi Muhammad Saw. semakin terasa. Umat muslim di berbagai penjuru dunia bershalawat atas beliau, tablig- tablig Akbar banyak digelar untuk memperingati Maulid Nabi Saw. dan mengingat akan kemuliaan beliau.

Pada moment ini suatu hal yang penting untuk kita renungi adalah bagaimana kita meneladani Nabi Muhammad Saw. diantara keteladanan Nabi Saw. yang wajib ditiru adalah kepemimpinan beliau atas umat manusia. Rasulullah Saw. bukan sekedar pemimpin spiritual tanpa kekuasaan, tetapi juga kepala Negara Islam pertama. Rasulullah Saw. menyusun piagam Madinah, mengangkat para wali (gubernur) dan hakim, memimpin pasukan serta komandan perang, mengatur perekonomian, mengirim utusan untuk menyampaikan dakwah Islam ke berbagai kabilah. Rasulullah adalah pemimpin negara yang sukses. Saat beliau wafat, luas kekuasaan Islam telah meliputi seluruh jazirah Arab. Jumlah pengikutnya terus bertambah.

Berikut adalah sejumlah karakter kepemimpinan Nabi Saw.:

Pertama, menerapkan syariat Islam secara total. Tidak ada satupun perintah atau larangan Allah SWT yang beliau abaikan.

Kedua, memberlakukan hukum secara adil, tidak ada keistimewaan terhadap keluarga beliau sendiri. Sebagaimana sabda beliau:
"Demi Allah, sungguh andai Fatimah binti Muhammad mencuri , aku sendiri yang akan memotong tangannya" (HR al- Bukhari).
Keadilan inilah yang menjamin tegaknya pemerintahan dan hukum di tengah masyarakat. Kepercayaan rakyat pada supremasi hukum menjadi kokoh.

Ketiga, senantiasa memperhatikan dan melayani kepentingan rakyat, salah satunya beliau memerintahkan Baitul Mal untuk melunasi hutang-hutang kaum fakir miskin. Rasulullah juga memberi pekerjaan kepada rakyatnya. Ibnu Majah meriwayatkan bahwa beliau pernah membantu seorang lelaki dengan cara menggadaikan barang-barang beliau sehingga terjual dua dirham. Satu dirham digunakan untuk nafkah keluarga lelaki tersebut, satu dirham ia belikan kapak untuk mencari kayu sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan sepuluh dirham untuk keluarganya. 

Keempat, menjaga ketertiban masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran seperti kecurangan dalam perdagangan, konflik dan tindak kriminal lainnya.

Kelima, memimpin pengadilan dan mengatur tata tertib pengadilan bagi para hakim.

Keenam, Rasulullah memang memungut jizyah dari kaum kafir ahludz dzimmah dan memberlakukan sejumlah hukum syariah atas mereka, namun beliau pun melindungi mereka dari tindak kezaliman.
Ketujuh, melindungi Islam dan kaum Muslim dari setiap gangguaan.
Kedelapan, mengutus sejumlah delegasi ke berbagai kabilah, kerajaan dan kekaisaran untuk mendakwahkan Islam. Beliau pun memimpin jihad dalam rangka menyebarkan Islam.

Demikianlah kepemimpinan Rasulullah Saw. tidak lain untuk menegakan hukum-hukum Allah dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update