Ibu dan pemerhati umat
Indahnya mentari kini tak mampu hadirkan senyum bahagia, saat kezaliman traficking merenggut hak dan kehidupan seorang manusia. Bagai terpasung derita yang tiada akhir, traficking menjadi jerat memilukan yang merusak masa depan. Entah berapa banyak mangsa yang sudah terperangkap dalam kekejiannya, seolah barang yang diperdagangkan, manusia dibandrol dengan level harga yang menggiurkan. Human traficking atau perdagangan manusia kerap terjadi dinegeri yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam ini, dan hampir rata rata korbannya adalah wanita. Mereka biasanya dijanjikan pekerjaan dengan gaji lumayan sehingga tergiur untuk menerima tawaran, setelah masuk perangkap, dimulailah transaksi harga untuk menjadikan mangsa sebagai PSK (Pekerja Seks Komersil). Seperti yang diberitakan dari Pasuruan (WartaBromo com) – Sebuah ruko di komplek pertokoan Gempol Nine, Kabupaten Pasuruan digerebek tim Polda Jatim. Pasalnya, tempat usaha itu disinyalir terlibat perdagangan orang (human trafficking). Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim AKBP. Hendra Eko Troyulianto mengatakan, dari penggerebekan yang berlangsung Senin (14/11/2022) lalu itu, sebanyak 8 orang diamankan.
“Kami mendapati 8 perempuan, 3 di antaranya anak di bawah umur, serta 1 orang penjaga ruko,” ujar Hendra, seperti dikutip dari kumparan, Minggu (20/11/2022).
Dari Gempol Nine, petugas melakukan pengembangan di kawasan Tretes, Prigen. Di sana, petugas mengamankan DGP dan RNA, pasangan suami istri bersama 11 korban lain. Satu di antaranya di bawah umur. Berdasarkan informasi yang diperoleh, para korban tersebut dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK).
Sungguh miris, keserakahan menghalalkan segala cara, demi meraup rupiah manusia tak lagi menghormati manusia lainnya. Traficking adalah perbuatan nista yang begitu suburnya lahir pada hari ini. Traficking kerap terjadi karena situasi ekonomi yang semakin hari menuntut biaya hidup yang tinggi. Halal haram tak jadi pedoman yang penting tujuan meraih keuntungan materi terpenuhi. Meskipun permasalahan ini kerap terjadi, belum ada penanganan yang berhasil menghentikan tindak kriminal tersebut. Regulasi yang dilakukan oleh penguasa nyatanya tak mampu membongkar dan membuat efek jera sindikat perdagangan manusia yang kian merajalela. Lantas apa yang menjadi penyebab utama maraknya traficking? Ketika cara pandang kapitalisme dengan prinsip sekulerismenya dijadikan panduan hidup, maka muncul pandangan keliru dalam mengatur kehidupan. Masyarakat terpola dengan gaya hidup bebas, hedonisme dan matrealisme. Tak punya pijakan untuk menentukan pilihan, aturan Allah dicampakkan nafsu mengendalikan. Kasus traficking di Gempol nine Pasuruan harus jadi pelajaran besar negeri ini, bahwa penerapan kapitalisme sekuler benar benar terbukti merusak generasi, biang kerok kejahatan yang terus tumbuh silih berganti.
Dalam kehidupan kapitalisme Sekuler yang mendominasi, negara tak berdaya memberi solusi, kesejahteraan rakyat diabaikan. Sehingga rakyat yang didera kemiskinan mudah tergiur iming-iming mendapatkan harta dengan cara yang mudah dan tidak menyadari bahayanya, sebagaimana tidak menyadari terjadinya pelanggaran hukum syara. Menjadi PSK, wanita diperdagangkan hanya untuk memuaskan nafsu bejad laki laki hidung belang, akibat perzinahan dilegalkan maka seperti lingkaran setan, tindak kejahatan yang lainnya pun saling ketergantungan. Liberalisme dan sekulerisme berhasil meracuni benak masyarakat sehingga membuat mereka melanggar syariat. Kehormatan wanita tidak lagi mampu dijaga dalam kehidupan sekuler, negara gagal melindungi, keamanan masyarakat semakin tergadai. Jaminan kesejahteraan jauh dari harapan.
Sudah ada regulasi , traficking tetap saja terjadi. Ini menunjukkan bahwa meski ada regulasi tidaklah menjadi solusi mendasar. Rakyat hidup sengsara penuh derita dalam ideologi kapitalisme sekuler. Sebagai negeri mayoritas muslim, bukankah seharusnya kita kembali pada kehidupan Islam yang penuh ketentraman. Solusi yang mendasar sesungguhnya telah ada pada aturan Islam, karena kehidupan Islam sendiri pernah diterapkan selama kurang lebih 13 abad lamanya terbukti menempatkan manusia pada kedudukan paling mulia. Kemajuan dunia pun bermula dari peradaban Islam yang hingga hari ini manfaat dari penemuan penemuan peradaban Islam dapat kita nikmati. Pada kehidupan Islam 13 abad silam, kasus kriminal berhasil ditekan. Angka kriminal sangat sedikit terjadi, berbanding terbalik dengan situasi hari ini saat kapitalisme mendominasi.
Begitu agungnya Islam dalam menjaga kehormatan dan harga diri seorang wanita ini terwujud dalam penjagaan negara. Negara bertanggungjawab penuh pada urusan umat termasuk menjaga kehormatan kaum Muslimah, dimana sejarah mencatat dengan tinta emas bagaimana sosok Khalifah al Mu’tashim billah mengerahkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah hanya demi menjaga satu kehormatan Muslimah.
Merebaknya kasus traficking jelas karena abainya negara dalam menjaga keamanan masyarakat, sudah seharusnya kita menghentikan kekejian traficking dengan mengahdirkan dan menerapkan Islam secara totalitas dalam kehidupan individu, masyarakat dan bernegara. Mulai dari menghilangkan kezaliman dan ketidakadilan yang terjadi pada kaum perempuan sejak lapisan terdalam; yaitu membangun masyarakat yang sehat dan kuat melalui pengokohan bangunan keluarga dan ketaqwaan sosial, kemudian memerankan negara yang mampu mengelola kekayaan negeri demi kesejahteraan rakyat; tanpa tergantung pada investasi asing dalam pembangunan ekonomi. Semua itu hanya bisa diwujudkan melalui penerapan sistem Islam secara total dalam bingkai institusi kekuasaan yang Islami yaitu al-Khilafah Rasyidah berdasarkan metode kenabian.
الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
“Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.” (QS.Ibrahim:1)
Kelamnya hidup dalam cengkeraman kapitalisme sekulerisme hanya akan berakhir ketika kita mencabut ideologi rusak tersebut hingga ke akarnya. Hidup dibawah naungan Islam adalah solusi hakiki dan mendasar, kita selamat kan generasi dari buah busuk kapitalisme yang menumbuh suburkan traficking dan kejahatan kejahatan lainnya dengan kembali pada aturan Allah SWT. Apakah rela jika kelak generasi kaum muslimin ini semakin terpuruk dalam kubangan maksiat yang diciptakan oleh sistem rusak kapitalisme sekuler? Islam pilihan tepat untuk membawa solusi bagi kemuliaan dan kesejahteraan masyarakat.
Wallahu A’lam bishshawwab

No comments:
Post a Comment