Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wahai Para Suami, Jangan Hilangkan Fungsi Qawwamah!

Thursday, November 24, 2022 | Thursday, November 24, 2022 WIB Last Updated 2022-11-24T04:55:16Z

Oleh. Dewi
Ibu Rumah Tangga

Berbicara masalah keluarga, orang pertama setelah suami adalah istri. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي 

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR Ibnu Majah)

Hadis ini bisa dimaknai bahwa seorang lelaki yang baik adalah lelaki yang baik perlakuannya terhadap istrinya, dan Nabi Muhammad adalah lelaki yang terbaik dalam memperlakukan istri.

Namun, sosok suami yang baik perlakuannya terhadap istri, saat ini mungkin sudah jarang ditemukan. Suami yang seharusnya menjadi pemimpin keluarga, melindungi istri dan anaknya, sekarang malah ada yang berubah menjadi sosok yang tega menyakiti dan bahkan menganiaya keluarganya.

Seperti kasus yang terjadi di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, dikabarkan seorang suami telah melakukan dugaan penganiayaan dan pembunuhan terhadap istri dan anak perempuannya. Pelaku berinisial RN (31) tega membunuh anaknya KPC (13), dan menganiaya istrinya NI (31). (Dikutip dari Liputan6.com, 1/11/ 2022)

Masih di kota Depok Jawa Barat, aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi. Seorang suami tega memukul istrinya berkali-kali tanpa belas kasihan. Ironisnya, penganiayaan tersebut dilakukan oleh suami di pinggir jalan di Pangkalan Jati, Cinere disaksikan oleh anaknya yang masih balita dan warga sekitar. (Beritasatu.com, 6 /11/ 2022)

Kondisi kehidupan rumah tangga semakin rawan dengan kekerasan, Budaya kekerasan seolah menjadi hal biasa, suami begitu mudah tersulut amarahnya, dan bahkan berujung penyiksaan hingga pembunuhan. Faktor pemicunya beragam mulai dari kemiskinan, beban hidup yang semakin berat, sampai pada hal-hal yang sepele.
 
Maraknya KDRT menandakan ada kerusakan moral di tengah-tengah masyarakat saat ini. Dipengaruhi oleh cara pandang yang salah tentang kehidupan. Harus ada standar baku dalam menentukan perbuatan, boleh tidaknya suatu perbuatan dilakukan harus berdasarkan agama bukan pandangan manusia.
 
Jika individu tersebut memandang tentang kehidupan menurut cara pandang sekuler kapitalis yang memisahkan agama dengan kehidupan, maka produk yang dihasilkan akan sesuai dengan apa yang individu itu pahami tentang kehidupan ini.

Semangat keimanan dalam sistem kapitalis sekuler sudah mulai terkikis. Semangat ini hanya hadir di ruang peribadatan saja, jadi wajar jika pada faktanya banyak oknum suami yang kehilangan jati diri. Menjadikan fungsi kepemimpinan yang seharusnya melekat pada diri seorang suami, lambat laun akan menghilang keberadaannya.

Dalam Islam, kehidupan suami istri berjalan dalam satu pandangan yang benar dan khas. Islam mengatur bagaimana cara mengarungi bahtera rumah tangga, hak dan kewajiban istri maupun suami, fungsi istri dan suami sudah lengkap, semua ada tata caranya dalam aturan Islam.

Maka dari itu, jika menginginkan kehidupan suami istri penuh dengan keberkahan, jangan jauhi aturan Allah. Dengan hidup di bawah aturan Allah Swt. maka akan lahir generasi yang unggul, kehidupan akan tentram karena dilandasi dengan iman dan takwa.

Wallahu a'lam bish-shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update