Komunitas Muslimah Peduli Generasi
Seolah tak pernah pudar, belakangan mencuat lagi kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di Ponpes Gontor Abdul Mahdi (17) hingga tewas. Setelah sang ibu dari santri tersebut, Siti Soimah mengadu ke Hotman Paris kasus itu mulai viral. (Kumparan.com, 05/09/2022)
Ibu Siti Soimah menangis sambil menceritakan ke Hotman Paris tentang anaknya yang meninggal dengan kejanggalan. Ia menduga sang anak mendapat tindak kekerasan, hanya saja belum melapor ke polisi. Karena kasus ini bersangkutan dengan lembaga besar menjadi alasan kuat ibu Siti Soimah belum berani melapor ke polisi. Dia berharap kasus kematian anaknya dapat diusut tuntas.
Perundungan, kekerasan kerap terjadi di dunia pendidikan kita, sekalipun itu di lingkungan sekolah yang agamis. Kasus ini hanya segelintir yang bisa kita lihat di permukaan, masih banyak kasus-kasus kekerasan dalam dunia pendidikan yang tidak tampak. Miris memang, sistem demokrasi sekuler menjadi penyebab utama semua ini terjadi, sistem ini melahirkan banyak pelajar kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim, walaupun sistem di lembaga pendidikan tersebut bagus kalau masih ada di sistem yang kufur ini, tujuan mulia dari lembaga pendidikan itu mustahil terwujud. Karena sistem demokrasi sekuler benar-benar tidak mendukung tegaknya pendidikan Islam.
Jika kita ingin pendidikan untuk anak-anak kita adalah pendidikan Islam yang salah satu tujuannya mencetak generasi yang berahlak dan berkepribadian Islam yang jauh dari perundungan, kekerasan dan lain sebagainya sudah saatnya kita mulai berpaling dari sistem sekuler yang rusak dan kufur ini, sudah saatnya pula kita kembali pada naungan sistem yang Allah SWT ridhoi yaitu sistem Islam. Hanya dengan sistem Islam pendidikan Islam dapat tegak dan kasus-kasus penganiayaan seperti diatas insya Allah tidak akan terjadi lagi. Wallahu a'lam bishawab.

No comments:
Post a Comment