Akhir-akhir ini praktik perdukunan kian santer padahal mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim. Mereka menggunakan jasa dukun dan mempercayai ilmu ghaib diera yang sudah modern seperti ini. Maraknya perdukunan hari ini jelas menjadi sorotan lantaran perbuatan itu tidaklah dibenarkan dalam agama Islam.
Baru-baru ini sebuah praktik ilmu ghaib berhasil dibongkar habis-habisan oleh pesulap merah atau Marcel seorang Youtuber. Lewat konten video yang Marcel bagikan, pesulap merah ini telah membuka mata masyarakat bagaimana sebenarnya trik-trik yang dilakukan oleh perdukunan. Alhasil, trik-trik itu terbongkar sudah.
Sehingga dari apa yang dilakukan oleh pesulap merah tersebut, ada seorang dukun yang memperlihatkan ia memiliki “sertifikat perdukunan” dari Majelis Brajamusti. Ia bermaksud membalas Pesulap Merah atas tindakannya terhadap Gus Samsudin (dukun yang dibongkar oleh Marcel, ed.). (Suara, 07/08/2022).
Sungguh miris ketika masih ada saja yang percaya dengan praktik perdukunan sehingha muncul dukun bersertifikat. Hal ini menunjukkan kelemahan iman sebagai muslim sebab percaya kepada selain Allah SWT. Padahal hal itu adalah perbuatan yang jelas dibenci oleh Allah.
Semakin santernya perdukunan yang jelas-jelas mengundang kesyirikan ini tentu saja merusak akidah. Sebenarnya praktik perdukunan ini telah ada sejak dahulu. Namun ketika Islam datang, kemudian Islam melarang segala bentuk kesyirikan, praktik perdukunan pun mulai dihapuskan. Muslim diwajibkan hanya percaya dan menggantungkan semuanya kepada Sang Khalik.
"Sesungguhnya, orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka; tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS Al-Maidah: 72).
Sementara itu hari ini praktik perdukunan kembali mencuat dan marak, bahkan ada dukun yang terang-terangan mengaku memiliki sertifikat. Syiar perdukunan juga semakin aktif di media sosial sehingga kemusyikan ini menjadi konsumsi masyarakat banyak. Hal ini tentu saja membuat kita bertanya dimana peran negara? Mengapa negara tidak mengambil tindakan dengan menindaki secara tegas pratik perdukunan yang terjadi hari ini.
Syirik merupakan dosa besar dibiarkan saja seolah-olah itu merupakan hal yang biasa. Padahal Islam sangat menjaga akidah kaum muslimin. Menutup rapat celah praktik kemusyrikan dan menindak tegas para pelakunya meski tidak merugikan masyarakat secara materi. Karena dengan terus menerusnya praktik kesyirikan ini terjadi maka akan terjadi berbagai ke madhorotan yang akan di timbulkannya.
Rasulullah SAW. bersabda:
Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda, “Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan (al-muubiqaat).” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa yang membinasakan tersebut?” Beliau bersabda, “(1) Syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang haram untuk dibunuh kecuali jika lewat jalan yang benar, (4) memakan riba, (5) memakan harta anak yatim, (6) lari dari medan perang, (7) qadzaf (menuduh wanita mukmin yang baik-baik dengan tuduhan zina).” (HR Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
Wallahu a'lam bishshawab

No comments:
Post a Comment