Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Startup Tumbuh Gesit, Jatuh Sakit dalam Dunia Kapitalis

Saturday, June 11, 2022 | Saturday, June 11, 2022 WIB Last Updated 2022-06-11T14:17:17Z



Oleh: Nasikhah 

(Aktivis Muslimah)


Sejumlah perusahaan rintisan atau startup di Indonesia mengambil langkah pemutusan hubungan kerja [PHK] terhadap karyawan mereka. Tidak hanya di dalam negeri, sejumlah startup Internasional juga melakukan PHK dalam beberapa waktu terakhir. [CNN Indonesia, 2 Jun 2022]


Fenomena Bubble Brust

Gelombang PHK di industri startup diduga terjadi karena fenomena gelembung ekonomi pecah atau bubble brust, yaitu kondisi saat kenaikan ekonomi melaju cepat tetapi cepat pula jatuhnya. Perkembangan startup di Indonesia berjalan bersama dengan pertumbuhan internet dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Startup Ranking, per maret 2022 terdapat 1.331 startup di Indonesia, dengan posisi kelima terbanyak di dunia.


Dilansir TechCrunch, PHK terjadi karena sejumlah  faktor, seperti inflasi yang meningkat, tekanan ekonomi, perang dan selera konsumen yang bergeser.


Daftar startup global dan lokal yang melakukan PHK, yakni:
1. Global: Vtex, PayPal, Bolt, FrontRow, Gorila.
2. Lokal: Edu-tech, Zenius, Robinhood, Link Aja dan JD.ID.

Menjamurnya startup dunia disambut dengan derasnya gelontoran dana dari para investor. Namun saat pasar memuncak, sejumlah situasi yang memicu kepanikan terjadi suku bunga dan inflasi yang melonjak tinggi hingga perang  Rusia vs Ukraina, menjadikan para insvetor berhati hati untuk menyuntikan dananya pada sejumlah insvetor. Walhasil pasar saham startup menurun, harga aset terjun dan investasi anjlok. Penurunan nilai yang cepat inilah yang di sebut dengan bubble brust.


Perusahaan startup dibangun dengan bertumpu pada aspek non riil, yakni pasar saham yang bersifat spekulatif dan berbasis riba. Hal ini sangat berbahaya dan rentan dengan gonjang ganjingnya situasi politik dan kondisi perekonomian serta permainan pasar.


Islam Membangun Kekokohan Ekonomi

Islam sebagai agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan juga telah mengatur aktivitas perekonomian tentang apa saja yang boleh dan yang haram dilakukan. Dalam  sistem ekonomi Islam, seluruh bisnis yang ada harus bertumpu pada sektor riil, termasuk startup sehingga nilai aset akan sesuai dengan nilai intrisiknya. Ini karena diperjualbelikan dengan nyata di pasar riil bukan pasar saham yang bersifat spekulatif.


Negara dalam Islam memiliki sumber pendapatan yang jelas dan bermacam macam. Yakni, ghanimah, fay, kharaj, jizyah, zakat dan hak milik umum dengan berbagai macam bentuknya, seperti dharibah [pajak]. Untuk pajak, hanya bersifat temporal, ketika kas negara tidak mencukupi. Inilah yang membuat keuangan negara Islam kuat.


Keuangan negara yang kuat akan mampu menjadi sumber pendanaan para pembisnis sehingga tidak butuh perusahan venture capitalist yang berbasis riba dalam pendanaan perusahaan startup. Perusahan startup juga akan berkontribusi pada perekonomian umat karena semua berjalan pada ekonomi riil. Para pegawai tidak takut terkena PHK karena fenomena bubble brust tidak akan melanda. Wallahu'alam bi shawab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update