Oleh Ammy Amelia
Ibu Rumah Tangga dan
Member Akademi Menulis Kreatif
"Tiga tahun ke depan, rata-rata warga Kabupaten Bandung ditargetkan tamat SMA..."
Itulah pernyataan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna yang dikutip dari dejurnal.com (29/5/2021).
Hal tersebut diungkapkan Dadang Supriatna saat menghadiri acara Wisuda dan Tafaruqon Siswa Yayasan Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (29/5/2021).
Dalam kesempatan itu, sang Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak yayasan pontren, sekaligus mengajukan siswa yang berprestasi untuk mendapatkan bea siswa. Karena pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran untuk bea siswa.
"Kita siapkan anggaran bea siswa tapi dalam konteks 'punten-punten' bagi yang ekonominya kurang mampu," tutur Dadang selepas acara.
Dengan adanya beasiswa, diharapkan target tiga tahun ke depan minimal usia rata-rata sekolah masyarakat Kabupaten Bandung mencapai 12 tahun atau SMA. Karena menurut Dadang saat ini eksisting rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung hanya sampai 8,79 tahun atau rata-rata selesai SMP.
Dari fakta di atas, nampak jelas bagaimana kondisi pendidikan di negara kita. Negara kaya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, nyatanya tidak berbanding lurus dengan kualitas pendidikan sumber daya manusianya.
Padahal bila kita telaah, hasil kekayaan yang dimiliki negeri ini harusnya mampu menunjang sarana dan prasarana guna meningkatkan kemajuan dalam bidang pendidikan. Namun saat ini, justru kondisinya begitu memprihatinkan. Pasalnya perihal sarana dan prasarana pendidikan hari ini tidak dapat menciptakan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran.
Berbagai sumber data menyebutkan, tidak sedikit gedung sekolah yang rusak dan tercampakan. Adapun anggaran pendidikan yang konon katanya mengalami peningkatan fantastis, ternyata tidak serta merta menuntaskan problematika pendidikan.
Dilansir dari laman Lembaga Pendanaan Pendidikan Pintek, sesuai dengan rilis Kemendikbud, pemerintah akan mengalokasikan dana BOS di tahun 2021 sebesar Rp 52,5 triliun. Namun dengan dana sebesar itu, faktanya masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak dapat menyelesaikan wajib belajar 9 tahun.
Kian miris, kondisi dunia pendidikan saat ini di bawah sistem kapitalis. Dimana paradigma pendidikan kapitalis hanya berorientasi dalam pembentukan pribadi yang materialistis, hedonis dan individualis. Pendidikan yang tidak berlandaskan agama, menelurkan pandangan yang terfokus pada pencapaian dunia semata. Sehingga telah gagal mencetak generasi manusia dengan kepribadian utuh dan berkarakter dengan orientasi hidup yang mulia.
Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk mengatasi problematika pendidikan yang mendasar. Dimana solusi tersebut harus dilakukan secara fundamental. Adapun cara yang dapat diwujudkan adalah dengan melakukan perubahan secara menyeluruh dari paradigma pendidikan kapitalisme menjadi paradigma Islam.
Islam sebagai pandangan hidup, bukan hanya sebatas agama ritual yang mengatur urusan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah saja. Namun mencakup seluruh aturan dalam setiap lini kehidupan, tidak terkecuali dalam sistem pendidikan.
Adapun tujuan pendidikan menurut Islam adalah dalam rangka menciptakan insan yang bertakwa. Sehingga dengan adanya tujuan yang berlandaskan Islam, maka akan tercipta generasi dengan pola pikir dan pola sikap Islamiyah, pengembangan ilmu pengetahuan tentang kehidupan, serta adanya optimalisasi dalam tsaqafah Islam.
Islam juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya dalam mengenyam pendidikan. Dengan adanya jaminan pendidikan secara gratis bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ditunjang sarana dan prasarana yang berkualitas sehingga memungkinkan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat.
Begitu sempurna konsep pendidikan dalam Islam. Namun, konsep pendidikan tersebut hanya dapat diterapkan dalam sebuah sistem pemerintahan bernama Khilafah. Khilafah yang dipimpin seorang Khalifah adalah sistem pemerintahan yang menjadikan hukum syara sebagai tolak ukur kebijakan. Menjadikan Islam sebagai cara pandang dan aturan dalam seluruh aspek kehidupan.
Wallahu'alam bi shawab.

No comments:
Post a Comment