Menjalani kehidupan yang semakin mencekam, sebab hanya kesulitan yang terus dirasakan. Betapa berat menanggung beban, demi bertahan dalam keadaan yang semakin mengkhawatirkan. Hadirnya pandemi ditengah kehidupan, menghalangi masyarakat untuk banyak beraktivitas dengan normal, alhasil banyak waktu yang terbuang.
Dampak dari adanya pandemi akan semakin berkembang. Walaupun banyak solusi yang ditawarkan, tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan masalah baru. Contoh dalam bidang pendidikan, solusi yang diberikan agar tetap berjalan proses pembelajaran adalah dengan belajar daring, yaitu menggunakan jaringan internet. Apakah kebijakan ini merupakan solusi yang dapat mewakili masalah pendidikan diseluruh wilayah Indonesia?
Nyatanya, justru banyak menimbulkan masalah baru. Mulai dari tidak terpenuhinya fasilitas android, jaringan internet, anak kecanduan game,cenderung individualis, semangat belajar menurun sebab kurang memahami materi, bahkan ada yang sama sekali tidak belajar karena tidak memiliki sarana yang dibutuhkan.
Lain hal lagi dalam bidang ekonomi. Justru banyak pekerja yang di. PHK, alhasil banyak pengangguran. Karena kebutuhan pangan harus diperjuangkan. Tidak sedikit orang berbuat kejahatan, mencari makan dengan cara yang tidak halal. Ada yang mencuri, menipu, dan lain-lain. Walaupun pemerintah memberi bantuan bagi pelaku usaha (UMKM) hal itu tidak cukup mewakilkan untuk terpenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab penyaluran UMKM yang tidak tepat sasaran.
Belum lagi dari pemerintahan, walaupun kehidupan mereka terjamin, tapi tetap saja ada yang tega melakukan korupsi dana bantuan sosial. Mengapa masalah tak kunjung usai? Inilah akibat dari solusi tidak tepat yang ditawarkan.
Kembali pada kasus pandemi. Hingga saat ini belum juga selesai bahkan semakin meningkat. Adapula virus variant baru yang lebih berbahaya. Virus B.1617.2. yang berasal dari India. Tidak sedikit korban yang menjadi sasaran. Inilah akibat dari solusi setengah hati, yang justru menimbulkan cabang masalah baru lagi.
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebaran mutasivirus corona penyebab Covid-19 varian B1617 terus bertambah di Indonesia. Teranyar, sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Filipina yang melakukan bongkar muatan di Cilacap, Jawa Tengah, dinyatakan terpapar varian corona asal India itu.
Belasan ABK tersebut kini tengah menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Cilacap. Pemerintah Kabupaten Cilacap lantas menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan penelusuran kontak erat terhadap tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Cilacap yang menangani para ABK.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Balitbangkes Kemenkes terhadap 13 anak buah kapal berkewarganegaraan Filipina yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah varian India B.1617.2," kata Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Sabtu (22/5)
Sudah lebih satu tahun lamanya pandemi hadir, namun belum tampak juga keseriusan dalam menangani. Telah terbukti bahwa sistem ini gagal dalam memberi solusi.
Padahal jauh sebelum terjadinya pandemi, Islam memiliki solusi, sebagaimana sabda Nabi Saw: "Jika kalian mendengar suatu negeri terjangkit wabah, maka janganlah kalian menuju ke sana, namun jika dia menjangkiti suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dan lari darinya."
Sangat jelas sekali perintah lockdown total yang dianjurkan. Sebab dapat memutus rantai penyebaran. Ternyata jika hanya menerapkan protokol kesehatan saja tidak ada jaminan untuk aman dari wabah.
Padahal jika dari awal kita gunakan solusi ini, maka pandemi akan terhenti. Tidak banyak yang merugi, karena masalah akan teratasi. Namun hanya dengan sistem Islam lockdown total akan terlaksanakan. Sebab sistem Islam dengan sepenuh hati menawarkan solusi hakiki agar kita segera terlepas dari pandemi.

No comments:
Post a Comment