Apabila mendengar Kata Demokrasi pasti sudah tak asing lagi bahkan familiyar untuk menginkrongkan Demokrasi melahrikan kesejahteran bagi Masyarakat khususnya indonesian. Kata Demokrasi " Berasal dari Yunani konu, yang dicetuskan oleh Athena atas prakarsa Cleisthenes pada abad ke-5 sebeluk Masehi. Demos berarti rakyat. Cratos/ Kratein/ Kratia artinya kekuasaan/ berkuasa / pemerintah. Jadi demokrasi bisa di artiakan sebagai pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dikutip dari Jakarta.aktual, bahwa Sejatinya fungsi yang hakiki dari demokrasi adalah untuk kesejathteran dan Kesetaraan, tapi dilapangan justru demokrasi yang diterapkan di Indonesia menciptakan kesenjangan yang semakin melebar. Mulai Dari permasalah kekacauan dan keributan setelah pemiliha Setiap pesta demokrasi yg diselengarakan. Selalu saja kita melihat pemandang Keluarga, kerabat bahkan Sahabat saling bentrok karena beda pilihan seperti dilansir dari Pikiran Rakyat com. " Bentrok dua pendukung calon bupati di Malaka, NTT membuat gangguan ketertiban Masyarakat., atas kejadian itu kepolisian Resor Malaka, NTT mengamankan 13 orang terkait tawuran antarpendukung pasangan calon Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Malaka. 29 November 2020.
Belum lagi Kesejahteran bagi Rakyat bahkan dikutip dari Kompas. com Penduduk Miskin Indonesia naik jadi 27, 55 Juta orang. akibat Covid-19, pada September 2020". Data tersebut barulah menunjukan tahun kemarin bagaimana dengan tahun 2021?
Berita diatas menunjukan bahwa memang saat ini Demokrasi tidak bisa memberikan Kesejahteran bagi Masyarakat Indonesia, Kata kesejahteraan hanyalah ilusi belaka yang sejak lama didambakan dari tgl 17 Agustus hari proklamasikan kemerdekan hingga saat ini.
Pada Hakikatnya setiap insan dari Sabang sampai maroko pasti mendampahkan kata Kesejahteran, manusia siapa shi yang tak mau hidup Sejahtera. Cobalah bercermin pada Sejarah Dimana Kesejahteran dan keamanan untuk seluruh masyrakat dari, yang berbeda kulit, suku ras bahkan agama dirasakan dalam Kepemimpian Sang Sultan Muhammad Al-Fatih dengan membawakan Sistem aturan hidup yang terbaik dalam Sistem Islam Yang bersumber dari Sang Khaliq ( Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan).
Untuk apalagi kita mempertahankan Demokrasi yang nyata telah membuat kesengsaraan dan bahkan tak bertahan lama sebagaimana kutipan dari John Adams, presiden kedua Amerika Serikat " Demokrasi tidak perna berlangsung lama. dia segera jadi limbah, kehabisan energi, dan membunuh diri. Tidak pernah ada demokrasi yang tidak melakukan bunuh diri " . Yoo kita berjuangkan Sistem yang perna diterapakn oleh Sang Sultan yakni Sistem Islam dalam bingkai Daulah Islam.

No comments:
Post a Comment