Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tujuan Berkeluarga

Friday, January 29, 2021 | Friday, January 29, 2021 WIB Last Updated 2021-01-28T20:31:27Z

Oleh: Ayyuhanna Widowati, S. E. I.

Guru/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok


Berkeluarga merupakan salah satu aktivitas  dalam kehidupan, yang menegaskan bahwa manusia dikaruniai naluri, salah satunya naluri mempertahankan jenis atau keturunan. Tujuan berkeluarga ini untuk kelahiran generasi manusia yang diizinkan. Dalam Islam hanyalah dengan pernikahan sehingga terciptalah keluarga.

Sekalipun berbicara tentang berkeluarga merupakan sesuatu yang sudah biasa kita dengar, terutama  bagi yang sudah menikah, sudah mengalami kehidupan berkeluarga. Namun ada tiga tujuan terpenting yang perlu diperhatikan kembali dalam berkeluarga, yaitu:

Pertama, berkeluarga adalah bentuk ibadah kepada Allah, bukan hanya shalat, puasa, zakat, atau menuntut ilmu saja. Sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah SWT Qur’an Surah adz-Dzariyat ayat 56, yang artinya, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.”

Namun, bagaimana aktivitas berkeluarga kita bisa termasuk ibadah? Nah, agar aktivitas berkeluarga bisa termasuk ibadah, maka harus memenuhi syarat. Pertama, dilakukan karena Allah, bukan semata keinginan atau rasa suka terhadap pasangan, akan tetapi diniatkan semata untuk beribadah kepada Allah. Kedua, terikat dengan syariat Allah sesuai dengan kaidah dalam Islam, yakni ‘hukum asal setiap perbuatan manusia termasuk berkeluarga harus terikat dengan hukum syara’. Sebagai contoh setiap permasalahan yang dihadapi, pemecahannya hanya dengan aturan Allah dengan hanya meraih keridhaan Allah SWT.

Kedua, tujuan berkeluarga untuk mewujudkan sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sebagaimana  yang dijelaskan dalam Qur’an Surah ar-Rum ayat 21 yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”.

Ketiga, berkeluarga penuh romantika. Dalam hidup berkeluarga akan wajar jika ada sesuatu yang membahagiakan tetapi juga ada yang membuat sedih, rintangan dan kendala. Menjadi hal yang wajar jika ada masalah dalam berkeluarga. Jika masalah dibiarkan tanpa diselesaikan dengan aturan yang benar maka akan menjadi prahara dalam rumah tangga dan masalah itu akan menggunung, seperti bom yang suatu saat akan meledak. Apabila meledak kemudian membuat bangunan rumah tangga itu menjadi rusak.

Namun, tidak sedikit dari permasalahan kecil semisal antara suami dan istri, antara menantu dan mertua atau antara anak dan orang tua dapat berujung pada hancurnya keluarga yang berakibat berakhirlah keluarga itu dengan perceraian. Naudzubillahimindzalik.

Tentunya kita tidak ingin terjadi yang demikian. Bagi sahabat yang belum menikah,  ini akan menjadi gambaran ketika merancang keluarga tentunya tidak menginginkan perceraian. Demikian pula sahabat yang sudah menikah tidak ingin keluarga mengalami kehancuran. Tapi, justru dengan adanya ujian atau rintangan itu membuat pasangan semakin kuat, sabar, dan mendekat kepada Allah sehingga ada pahala di balik ujian itu. []

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update