Oleh : Siva Saskia
Hidup merupakan sebuah pilihan, kita hidup dengan sepenuhnya taat dan patuh terhadap aturan Allah, atau kah hidup dengan sesuka hati dan melanggar aturan Sang Khaliq. Pilihan ada ditangan kita akankah kita menjadi arsitek peradaban atau sampah peradaban?. Maka tentukan pilihannya dari sekarang, karena kita di masa depan adalah sesuai dengan pilihan kita saat ini.
Ketika kita bicara mengenai pemuda, Pemuda adalah sebuah kata yang identik dengan jiwa yang penuh semangat, optimisme, percaya diri, penuh energi, penuh impian dan cita-cita. Pemuda di setiap zaman dan ruang merupakan ujung tombak yang memiliki peran dan andil besar, terlebih dalam Islam. Pemuda berkaitan erat sekali dengan perannya dalam dakwah dan perubahan. Mengapa demikian, karena pemuda ibarat generator, Sebuah generator yang memiliki medan magnet, yang bergerak kencang mampu menggerakkan roda-roda sehingga dapat berputar dengan baik mengitari jalan-jalan kehidupan. Maka pemuda sangat di butuhkan menjadi penggerak bahkan membangkitkan semangat perjuangan dakwah dan perubahan. Pemuda ibarat nahkoda, yang akan memimpin dan mengarahkan agar penumpang selamat sampai tujuan, maka pemudalah yang akan memimpin agar misi dakwah terwujud dengan baik. Pemuda ibarat batu karang, sebongkah batu keras yang kokoh diterpa deruan ombak yang bertubi- tubi, sebuah batu yang tidak akan mudah lapuk di telan masa. Begitulah gambaran seseorang pemuda yang mampu teguh dan kokoh dalam mengemban risalah dakwah, meskipun berbagai badai ujian datang menerpa, semangat dakwahnya tidak akan luntur, ia tegar menghadapi musuh-musuh dakwah.
Bisa kita teladani Pemuda pada zaman para sahabat yang selalu identik dengan prestasi dan kegemilanganya dalam dakwah dan perubahan. Sebut saja mus'ab bin Umair, di usia mudanya beliau satu satunya pemuda yang diutus Rasulullah SAW untuk berdakwah di kota Madinah yang kemudian di dirikan lah daulah Islam oleh Rasulullah SAW yang pertama kali. Kemudian Ali bin Abi Thalib di usia 8 tahun beliau telah menjadi team dakwah nabi Saw. Kemudian dunia juga mengenal sosok Muhammad Al Fatih di usia 21 tahun sudah menjadi sulthan bahkan setelah 2 tahun menjabat berhasil menaklukan benteng legendaries Konstatinopel pada usia 24 tahun. Kemudian ada juga Seorang Pemuda hebat seperti Usamah bin Zaid yang di usia 18 tahun sudah menjadi panglima perang menghadapi romawi, Umar bin Abdul Aziz usia 22 tahun menjadi gubernur Madinah, Imam Syafi’i usia 15 tahun sudah menjadi seorang mufti. Dan tentunya masih banyak lagi kisah pemuda di masa lalu yang slalu diwarnai dengan dakwah dan perubahan yang memukau. Dimana perubahan yang terjadi di berbagai negara dan Dunia selalu dimotori oleh para pemuda. Karena itu untuk mewujudkan sebuah perubahan menuju peradaban besar dunia mutlak memerlukan peran pemuda di dalamnya.
Namun sayang seribu sayang, fakta yang ada sangat jauh diharapkan pada pemuda zaman sekarang, pemahaman dan cara pandang pemuda saat ini telah tercemari oleh paham liberalisme. Kebebasan sudah menjalar dalam setiap aktivitas kehidupannya. Baik itu tingkah laku, berpakaian, pergaulan dll. Pemuda saat ini sibuk dengan urusan duniawi dengan kesenangan dunia sibuk dengan urusan cinta dan life style. Hedonisme sudah menjangkiti para generasi perubahan. Pemuda yang diharapkan sebagai penggerak, malah sering galau dan melow karena Kebanyakan menonton drakor. Ayolah pemuda dan remaja sekalian untuk memperhatikan seksama bahwa kita bukan lagi anak kecil. Secara fisik, kamu sudah tumbuh dan berkembang. Dari sisi psikologis, sebenarnya juga pasti sudah berubah. Hal paling penting, secara syariat kamu sudah dipandang sabagai manusia yang sempurna akalnya. Disebut juga dengan istilah baligh. Artinya, telah tiba waktu untukmu memikul segala amanah dari-Nya. Setiap amal telah dicatat. Dosa dan pahala terus mengalir sesuai dengan amal-amal yang dilakukan. Pertanyaannya, berapa banyak remaja yang menyadari hal penting ini. Faktanya remaja saat ini jauh sekali perbedaan nya dengan pemuda pada zaman sahabat dulu . Para pemuda pada zaman sahabat dulu yang kehidupan nya senantiasa mengejar ridho nya Allah SWT, beda dengan remaja saat ini yang terlihat acuh dengan kehidupan akhirat dan lebih mementingkan kebahagiaan kehidupan duniawi.
Remaja saat ini lebih menyesal ketika ketinggalan nonton drakor daripada ketinggalan sholat, lebih baperan ketika nonton Drakor daripada baper karena baca Alquran, lebih asyik main tiktok dari pada bergegas melakukan perintah orang tua, lebih asik main daripada ikut kajian majelis taklim. Itulah yang dilakukan remaja saat ini lebih banyak mudharat nya dibandingkan dengan manfaatnya. Ketika orientasi hidup hakiki belum kita pahami, maka yakinlah pasti hidup ini penuh dengan halusinasi. Seolah-olah bahagia, keren, dan tiada tandingan, semua yang di lakukan pasti akan sia sia di hadapan Allah SWT ketika kita hanya memikirkan kebahagiaan duniawi. Kenyataannya semua hanya buaian kosong semata, Bentuk drama yang merugikan bahkan mencelakakan diri. Mungkinkah pemuda saat ini menjadi seorang pemimpin di masa depan atau apakah justru berbalik dan justru hanya menjadi pembebek?. Jangan sampai kita menjadi pemuda yang hanya jadi pembebek, yang hanya mengikuti perbuatan perbuatan orang barat, jadilah pemuda yang mampu berprestasi dalam memperjuangkan agama Allah, dan tentu memperjuangkan bisyarah Rasulullah untuk menaklukan kota Roma.
Pemuda sudah saatnya kita tinggalkan kehidupan yang penuh drama. Kita harus move on dan kembali pada kehidupan nyata. Kita manusia, diciptakan dengan tujuan yang telah ditetapkan. hidup kita yang singkat di bumi ini bukanlah untuk berhalusinasi. Allah SWT, menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya. Ibadah yang dimaksud bukanlah sekadar shalat dan puasa. Tetapi setiap perbuatan kita yang mesti terikat dengan semua syariat-Nya. Inilah misi kita hidup di dunia. Semata menghamba kepada Allah Swt. Masa muda adalah masa dimana kita mencari jati diri, masa membuktikan eksistensinya, masa mencari perhatian dan masa penuh semangat dan bergairah.
Karena itulah kita pemuda jangan sampai menghabiskan waktu kita di dunia dengan hal yang sia sia, gunakanlah waktu kita untuk membuktikan eksistensi kita dalam kebaikan, buktikan potensi kita dalam meraih ridho Allah, gunakan semangat kita untuk dakwah di jalan Allah, pemuda yang mendakwahkan syariah khilafah, karena dakwah adalah suatu kewajiban dari Allah SWT. Kita mulai dakwah untuk mewujudkan perubahan dan peradaban besar dunia. Ingatlah wahai pemuda akan sabda Rasulullah SAW mengenai dua kaki seorang hamba tidak dapat beranjak pada hari kiamat hingga ia di tanya tentang lima hal, salah satunya masa mudanya dalam hal apa ia habiskan.
Jadilah pemuda yang tangguh diatas sunnah, menjadi pemuda yang senantiasa istiqamah di jalan Allah dalam dakwah syariah khilafah, menjadi pemuda yang mampu membangkitkan umat untuk fokus dalam tujuan umat muslim untuk mengembalikan kembali kehidupan Islam dan menegakan kembali daulah khilafah. Namun memang tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak kendala dan banyak rintangan ketika kita dakwah untuk memahamkan umat tentang Islam kaffah, karena pasti ada pro dan kontranya. Jatuh bangun dalam dakwah itu biasa namun ketika bangkit dari jatuh dari itu baru luar biasa, tunjukan semangat mu para pemuda dalam menyebarluaskan pemahaman Islam kaffah. Karena sesungguhnya jalan perjuangan itu selalu dirintis oleh orang yang yakin dan teguh dalam pendirian dan tujuannya dibekali dengan ilmu, dan senantiasa sabar dan ikhlas dalam menjalankan nya.
