Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIJRAH DAN HAKIKAT KEMERDEKAAN DALAM ISLAM

Sunday, August 23, 2020 | Sunday, August 23, 2020 WIB Last Updated 2020-08-23T06:15:45Z
By : Ummu Fatih II

Awal perhitungan kalender Hijrah diusulkan oleh Sahabat Umar bin al-Khaththab ra, yakni dimulai dari peristiwa hijrah kaum Muslim bersama Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah. Banyak alasan mengapa permulaan kalender Hijrah dimulai dari momen hijrah.  Salah satunya, berkat hijrahlah Islam dapat tersebar luas ke seluruh dunia, memberikan pembebasan dan kemerdekaan hakiki bagi umat manusia.

Jauh sebelum kedatangan Islam, umat manusia berada dalam cengkeraman perbudakan sesama manusia. Secara politik, dua negara adidaya, Persia dan Romawi, mendominasi berbagai wilayah di Barat maupun Timur. Kedua kerajaan besar itu menjajah dan mengeksploitasi daerah-daerah yang berada dalam kekuasaan mereka; memperbudak dan menyiksa penduduk aslinya, menguras harta mereka dan merusak moralnya.

Pada masa demikian, Islam datang sebagai risalah yang mulia, membebaskan dan memerdekakan umat manusia. Ajaran tauhid yang dibawa Islam telah menghilangkan penghambaan kepada sesama mahluk yang tak pantas dipertuhankan.

Penghambaan pada hukum yang berasal dari hawa nafsu manusia, Berlawanan diametral dengan syariah Islam. Hanya Allah SWT yang berwenang sebagai Al-Hakim. Setiap Muslim semestinya menaati hukum Allah SWT, bukan hukum yang bersumber dari hawa nafsu manusia. Syariah Islam tak mengenal privilege, kedudukan di atas hukum. Bahkan keluarga Nabi saw. pun tak lepas dari hukum.

Demikianlah, Islam datang membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama mahluk/manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT. Ketika ini terwujud, manusia akan terbebas dari kezaliman dan keburukan agama-agama, ideologi dan ajaran selain Islam. Kelapangan dunia pun akan dirasakan oleh segenap kaum Muslim dan umat manusia pada umumnya. Begitulah janji Allah SWT:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (TQS al-A’raf [7]: 96).

Negeri-negeri yang rakyatnya memeluk Islam baik secara damai maupun melalui peperangan (futuhat) juga terbebas dari eksploitasi dan penindasan. 

Inilah Islam yang kedatangannya membawa misi memerdekakan manusia dari penghambaan kepada sesama mahluk/manusia, menghapuskan kezaliman dan membawa manusia dari kesempitan dunia menuju kelapangannya. Tak ada yang bisa seperti itu melainkan hanya Islam.
×
Berita Terbaru Update