Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Tengah Pandemi Bersiap Menghadapi Resesi

Friday, August 14, 2020 | Friday, August 14, 2020 WIB Last Updated 2020-08-13T23:45:29Z
By : Sri Ratna Puri
Pengamat Masyarakat

Presiden Jokowi, meminta pada seluruh kementrian untuk menghemat anggaran pembelanjaan di kementriannya (TVOne). Para ahli pun, meminta pada masyarakat untuk merubah gaya hidup menjadi lebih hemat. Bukan sekadar karena  pandemi, melainkan bersiap menghadapi resesi.

Masyarakat pun dilema. Terutama para ibu.  Himbauan gaya hidup hemat, seakan tak sejalan dengan kebijakan pemerintah sebelumnya. Dimana, dalam rangka menyambung nafas sektor ekenomi, dibukalah pusat-pusat perbelanjaan dan objek parawisata. Tentu kedua tempat ini, bukan termasuk ikon untuk penghematan. Sedang resiko dapur jelas tergempur. Ditambah lagi beban biaya pendidikan dan kesehatan. 

Sebagaima diketahui, bahwa sektor ekonomi yang paling terdampak dari pandemi Covid-19,  Tak hanya skala negara, melainkan dunia. Hal ini menyebabkan kemungkinan, akan terjadi resesi. Negara-negara berkembang terancam. Amerika pun, demikian. Setelah Singapura, tak menutup kemungkinan resesi menghantam Indonesia.

Dari data diketahui, jumlah pengangguran akibat pandemi di Indonesia mencapai (1. 727. 913 orang terkena PHK. CNBCINDONESIA), kemiskinan semakin melebar, dan naiknya tingkat kesulitan untuk mendapatkan barang-barang, serta susahnya mendapatkan penghasilan, adalah gambaran Indonesia sekarang. Dan gambaran ini, termasuk pada tanda-tanda menjelang resesi. 

Dengan demikian, Indonesia harus bersiap. Bukan hanya himbauan, melainkan pengoptimalan pemasukan dana untuk kas negara. Hasil-hasil produksi dari kekayaan negara, seperti BUMN, lahan milik negara dan lainnya, diolah dan didistribusikan kepada masyarakat untuk ketahanan negara.
Pengembalian harta rakyat dari pihak swasta ke negara untuk dikelola.  Seperti jalan tol, perusahaan air minum, pertambangan, perhutanan, dan lainnya, yang hasilnya diperuntukkan bagi kesejahteraan hidup rakyat.

Bila memang masih diperlukan, negara bisa juga memungut pajak kepada orang-orang kaya di Indonesia. Dengan catatan, selama negara membutuhkan. Dan ini, tak mustahil bila dilakukan. Tak perlu berhutang pada negara luar. SDA dan SDM Indonesia, sudah lebih dari cukup untuk menghadapi resesi ekonomi.  Wallahu'alam. 
×
Berita Terbaru Update