Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kalung Anti Corona Bikin Ambyar!

Sunday, July 12, 2020 | Sunday, July 12, 2020 WIB Last Updated 2020-07-12T12:38:04Z
Oleh: Ndarie Rahardjo
Guru PAUD di Kota Depok


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat ini menjadi pusat perbincangan masyarakat dan wartawan karena gagasannya yang nyeleneh terkait kalung yang bisa menangkal corona virus. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry yang mengatakan bahwa kalung anti virus tersebut berdasar penelitian diklaim mengandung eucalyptol (kayu putih) yang dapat berpotensi menghambat replikasi virus. Dengan dasar itulah kalung anti corona ini akan diproduksi massal untuk menaggulangi wabah corona ini. 

Menjadi tanda tanya besar publik atas rencana ini karena absurd dengan protokol satgas penanganan Covid-19 yang justru mewajibkan penggunaan masker dan sering cuci tangan agar terhindar dari risiko tertular virus, yang bisa menular lewat saluran pernafasan karena percikan/droplet. Dikhawatirkan dengan adanya penangkal corona berupa kalung ini membuat situasi new normal ini semakin membahayakan, karena keadaannya menjadi terbalik ketika awal kemunculan virus ini masih ditakuti sehingga masyarakat memiliki proteksi diri yang masih tinggi. Sedangkan saat ini kemampuan virus menginfeksi masih tinggi namun karena dipaksakan pada keadaan new normal membuat masyarakat lengah dan akhirnya proteksi dirinya menurun. 

Produksi massal kalung anti corona ini membuktikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah ini bikin ambyar dalam menekan kasus penyebaran virus. Pengadaan kalung anti corona ini terkesan mengada-ada agar bisa menyerap dana penanggulangan Covid-19 yang dialokasikan untuk kesehatan sebesar 86 triliun namun masih kecil penyerapannya. 

Pemerintah seringkali menetapkan kebijakan tanpa perencanaan yang matang terlebih dahulu. Pemberlakuan new normal pada kondisi yang belum normal seharusnya didukung dengan upaya serius tidak main-main. Yakni, dengan memperbanyak sarana dan prasarana kesehatan tersebar merata di seluruh wilayah, menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan tes corona yang mahal, bukan trial and error untuk rakyatnya. 

Terkait penyelesaian pandemi ini, solusi Islam berpandangan bahwa kesehatan adalah kebutuhan pokok publik. Sebagaimana dituturkan lisan yang mulia Rasulullah ﷺ, artinya, “Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari, sehat badannya, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya.” (HR Bukhari)


Tidak hanya itu, Islam juga berpandangan bahwa keselamatan nyawa manusia lebih utama daripada nilai materi (ekonomi). “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (Terjemahan HR. At-Tirmidzi) 

Islam pun memberikan ruang seluas-luasnya bagi pemanfaatan sains dan teknologi mutakhir. Semua itu meniscayakan dalam penyelesaian Islam terwujud dua tujuan pokok penanggulangan pandemi dalam waktu yang relatif singkat yaitu menjamin terpeliharanya kehidupan normal di luar areal terjangkiti wabah dan memutus rantai penularan secara efektif dan secepatnya, sehingga setiap orang tercegah dari bahaya infeksi dan keadaan yang mengantarkan pada kematian. Islam juga menyandarkan agar semua usaha untuk memutus rantai Covid-19 ini selalu dibarengi dengan bertawakal kepada Allah. Wallahualam. []
×
Berita Terbaru Update