Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Intensif Nakes, ilusi dalam Sistem Kapitalis

Friday, July 10, 2020 | Friday, July 10, 2020 WIB Last Updated 2020-07-10T13:14:14Z
Oleh: Umi Hanifah 
(Aktivis Peduli Negeri dan Generasi).

Dunia kesehatan kembali berduka. Salah satu perawat meningal dunia akibat covid-19. Mereka berjuang guna menyelamatkan keselamatan orang lain, sementara nyawa mereka terancam. Sudah banyak nakes yang berguguran, tak terkecuali di Jawa Timur yang merupakan zona hitam. Nasib mereka bak diujung tanduk.

Satu lagi perawat meninggal akibat Covid-19, Rabu (1/7/2020). Sulastri seorang Perawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Jalan Ahmad Yani Surabaya dinyatakan meninggal karena terjangkit Covid-19.

Prof. Nursalam Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim membenarkan ini. Almarhumah Sulastri dinyatakan meninggal Rabu pagi pukul 11.50 WIB akibat Covid-19.

Dengan meninggalnya Sulastri, DPW PPNI Jatim mencatat, total sudah ada 11 orang perawat yang meninggal akibat terjangkit Covid-19 di Jawa Timur.
Adapun jumlah perawat di Jawa Timur yang terjangkit Covid-19 di Jatim, kata Nursalam, sudah sebanyak 146 orang.

Sebabnya, intensitas kontak perawat dengan pasien positif Covid-19 lebih tinggi. Karena perawat yang harus memenuhi seluruh kebutuhan pasien selama 24 jam.

“Perawat bekerja 24 Jam memenuhi kebutuhan pasien A sampai Z. Membantu semua tindakan mulai buang air besar dan kecil. Berarti risiko untuk tertular lebih tinggi. Ini bisa menjadi catatan,” ujarnya. (1/6/2020).

Corona makin masif, namun janji intensif tak kunjung cair. Ditengah terjangan wabah, nasib mereka belum sepenuhnya mendapatkan perhatian. Curahan tenaga belum sebanding dengan hak yang mereka terima.

Sayangnya, kata Nursalam, tingginya risiko pekerjaan perawat ini tidak diimbangi janji tunjangan atau insentif dari pemerintah. Menurutnya, insentif untuk perawat yang sudah cair belum mencapai 50 persen. Suarasurabaya.net. (1/7/2020).

Nakes yang malang, sudahlah nyawa jadi taruhan tapi nasib tak kunjung membaik. Inilah potret kapitalisme demokrasi tak sepenuh hati jika menyangkut pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan new normal sangat tidak relevan dengan angka covid-19 yang meningkat tajam. Kususnya Jawa Timur yang berada di zona hitam, harusnya pemerintah serius menangulangi. Sudahlah tenaga terkuras, kesejahteraan jauh dari angan. Padahal Intensif adalah salah satu upaya agar nakes semakin fokus dalam pekerjaannya.

Sebaliknya, Islam sebagai agama dan petunjuk hidup, mempunyai mekanisme yang sederhana namun efektif dalam melindungi keamanan dan mensejahterakan tenaga kesehatan baik ditengah wabah atau tidak.

Tenaga kesehatan (dokter, perawat, bagian administrasi dll) adalah warga negara sebagaimana yang lain, harus dipenuhi kebutuhan pokoknya oleh negara. Sandang, pangan, dan papan di tambah kesehatan, pendiddikan, dan keamanan adalah hak yang harus mereka dapatkan dengan mudah, murah bahkan gratis.

Imam (khalifah) sebagai penguasa tertinggi dalam islam akan bersungguh-sungguh mengurusi semuanya. Karena jabatan adalah amanah yang berat pertanggung jawabannya diakhirat kelak.

Pendanaan dalam sistem islam berasal dari tiga pos, yaitu: pertama, dari kharaj, fai’, usyriyah, jizyah dll. Kedua, dari harta kepemilikan umum, seperti tambang (besi, batu-bara, minyak bumi, emas, nikel dll), air, dan hutan (dengan segala kekayaannya). Ketiga, dari zakat, baik mal, pertanian, perdagangan, dan peternakan.

Dari ketiga sumber diatas, harta negara sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan sikap amanah para pejabat dan pegawai maka penyalurannya tidak rumit, karena mereka sadar semuanya adalah ibadah.

Dengan pelayanan yang maksimal dari negara, tenaga kesehatan bisa menjalankan tugasnya dengan tenang dan aman. Kondisi ini memotivasi dua hal sekaligus, bekerja dan ibadah akan dijalankan dengan sepenuh hati. Sisi lain, mereka paham jika menjadi korban wabah maka mati syahid akan disandangnya. 

Terlihat agung dan sempurna ketika lslam diterapkan. Sudah saatnya negeri ini menjalankan sistem lslam dalam seluruh aspek kehidupan, sistem yang berasal dari pencipta manusia dan alam semesta yaitu Allah SWT yang pasti membawa solusi bukan ilusi.
Allahu a’lam.
×
Berita Terbaru Update