Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

'Ganyang Komunis' dan Semangat Memperjuangkan Islam

Friday, July 10, 2020 | Friday, July 10, 2020 WIB Last Updated 2020-07-10T13:17:06Z
Oleh : Firda Umayah, S.Pd

Aksi penolakan terhadap komunis pasca beredarnya rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) terus bergelora. Ribuan orang terlihat memenuhi lapangan Ahmad Yani untuk menjadi peserta aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek' di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu 5 Juli 2020 (cirebon.pikiran-rakyat.com/05/07/2020).

Para peserta aksi sangat antusias untuk menolak komunisme diikuti dengan ikrar yang dilakukan secara bersama-sama. Ada lima poin yang tercantum dalam ikrar tersebut. Yaitu siap menjadi pembela agama, bangsa dan negara, menyiapkan diri untuk jihad qital mempertaruhkan aqidah Islam dan melawan komunis, siap menjaga para ulama, menyiapkan diri untuk menghadapi gerombolan yang ingin mengganti Pancasila, dan menyiapkan diri menghadapi serangan pro komunis.

Semangat umat Islam untuk menolak komunis hingga siap melakukan jihad qital merupakan bukti bahwa umat ini memahami betul kewajiban untuk memperjuangkan agama Islam. Kesadaran akan pemahaman ini seharusnya juga diiringi pemahaman Islam (tsaqafah Islam) secara keseluruhan. Sehingga umat memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami.

Pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam akan menjadikan seorang Muslim menjadi Mukmin sejati. Dia (Muslim) yang telah memiliki kepribadian Islam akan menolak semua ide atau pemikiran yang bertentangan dengan syariat Islam. Termasuk ide sekulerisme (pemisahan aturan agama dalam mengatur urusan kehidupan), liberalisme (paham dengan asas kebebasan) dan kapitalisme (sistem yang mengutamakan para pemilik modal). Sebab, ketiga pemikiran tersebut juga membahayakan dan merusak tatanan kehidupan manusia.

Selain itu, kesadaran memperjuangkan Islam juga harus dibarengi dengan pemahaman kewajiban setiap muslim dalam melaksanakan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh). Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata atas keimanan dan ketundukan total kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam al Quran surat al Baqarah ayat 208 yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".

Namun, pelaksanaan syariat Islam secara keseluruhan membutuhkan institusi negara penerapnya. Yakni Daulah Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW mendirikan Daulah Islam di Madinah kemudian dilanjutkan dengan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah dalam institusi negara Khilafah Islamiyah. Khilafah akan menjaga kemurnian aqidah Islam dari segala pemikiran asing yang merusak akal dan membahayakan Islam. Khilafah juga telah menunjukkan bahwa Islam mampu membawa rahmat, ketentraman, dan kedamaian hidup manusia.
×
Berita Terbaru Update