MENTAWAI, (NUSANTARANEWS. NET) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai
Pada hari Minggu, (19 Juli 2020). Tim SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai berhasil mengevakuasi dua belas orang nelayan yang perahunya mengalami mati mesin saat sedang memancing TW 0718 2200. Wib
di Perairan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kedua belas nelayan yang diketahui ini nyaris terbawa arus ketika perahu motor mereka mengalami mati mesin di perairan Perairan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai Akaml, kepada Nusantaranews. Net. ini di saat dihubungi melalui apkikasi whatsapp, membenarkan adanya laporan kecelakaan kapal dengan dua belas ABK itu.
Menurut Emi, Kronologis
TW 0718 2200 WIB Kapal Nelayan Mati Mesin di Perairan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan POB 12 org saat memancing.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang terima Info TW 0719 0859 G dari Yosrizal Analis SAR Padang. yang menginformasikan adanya satu kapal dengan Person On Board (POB) dua belas orang yang mengalami mati mesin saat memancing ikan di perairan Perairan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Dari laporan yang diterima, diketahui bahwa kapal mengalami mati mesin di perairan Perairan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Minggu, 19 Juli 2020) ujarnya.
Setelah menerima laporan, kata Akmal, pihaknya dan unsur yang terlibat
Tim Rescue SAR MTW, TNI / POLRI, BPBD dna Masyarakat. Dengan Alut yang digunakan KN SAR RAMAWIJAYA 240 MTW;
RESCUE DYMAX; PALSAR AIR;PAL MEDIS;
PAL KOM & NAVIGASI. dilengkapi Palsar pendukung lainnya menuju lokasi kejadian untuk operasi SAR.
Dalam Aksi yang dilakukan>> PD TW 0719 0922 WIB Tim Rescue Kan SAR MTW Menuju Dermaga Tuapeijat. >> PD TW 0719 1010 G Tim SAR Gabungan dengan KN SAR RAMAWIJAYA Mentawai dengan POB 19 org menuju lokasi dengan dengan Estimasi 6 Jam.
Lokasi>> Koordinat : 0°47'55"S - 98°35'59"E.
>> Jarak / Radial : 95 NM / 322° dari Dermaga Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara.
Berhasil mengevakuasi korban, selanjutnya korban dibawa ke Dermaga Tuapeijat, dan data kornban akan menyusul,” jelas Akamal. Pungkasnya. (Lumbanraja).
