By : Ibu Ade
Saat bulan Ramadhan Umat Islam semangat untuk meningkatkan ibadahnya. Seharusnya semangat itu tidak luntur ketika bulan Ramadhan telah selesai. Karena Allah telah menjelaskan dalam Q.s Al-Baqarah:183 hikmah dari menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan adalah untuk meningkatkan derajat kita ke level takwa.
Ketika Ramadhan, umat diberi pelatihan yang luar biasa, mereka dipaksa untuk menahan hawa nafsu, lapar, haus dan dorongan seksual sejak fajar hingga maghrib. Mereka di dorong untuk melakukan tadarus Al-Qur’an, sholat Qiyamul Lail, sedekah, amal shaleh lainnya dan menghidupkan masjid-masjid di sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk mendapatkan keutamaan di malam Lailatul Qadar.
Sayangnya, banyak kaum Muslimin yang semangat takwanya begitu cepat memudar ketika Ramadhan telah usai. Tak perlu menunggu sebulan setelah Ramadhan, hanya beberapa hari saja semangat sebagian kaum Muslimin itu menghilang. Padahal amal yang dicintai Allah adalah amal yang dikerjakan dengan keteguhan dan keistiqomahan.
Suatu ketika. Nabi Saw. dimintai nasehat oleh seorang sahabat. Lalu beliau bersabda:
“Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah” (HR Muslim).
Allah juga berfirman dalam Q.s Hud:112
“Beristiqomahlah kamu (di jalan yang benar) sebagaimana kamu diperintah, juga orang yang telah bertaubat bersama kamu. Janganlah kalian melampaui batas sungguh Dia Maha melihat apa saja yang kalian kerjakan”
Untuk merawat keistiqomahan dalam ketaatan maka kaum muslimin perlu mengingat sejumlah hal. Yang pertama, selalu mengingat kematian dan tempat kembali kita yaitu kepada Allah SWT, juga meyakini bahwa kehidupan ini adalah fana, dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Kedua, menjadikan Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai satu-satunya yang harus ditaati secara mutlak. Sikap istiqomah bisa pudar ketika manusia lebih memilih menaati pihak selain Allah dan Rasul-Nya. Padahal kelak pada hari akhir orang-orang seperti itu akan menyesal. Seperti yang digambarkan dalam Q.S Al-Ahzab:66-68. Ketiga, menaati setiap perintah dan larangan Allah SWT tanpa memisahkan satu hukum dengan hukum yang lain. Hari ini, hukum-hukum Islam dipilah dan dipilih. Padahal Allah SWT telah berfirman dalam Q.s Al-Baqarah:85
“Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian diantara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka akan dilemparkan ke dalam siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat.”.
Keempat, bersabar dalam ketaatan karena keistiqomahan dalam ketaatan membutuhkan kesabaran. Sebabnya, orang yang istiqomah akan dihadapkan pada ragam ujian samapi ia menghadap Allah SWT.
Pada masa sekarang, saat Umat Islam ada dalam kemunduran, untuk berpegang teguh pada Islam mengahadapi ujian yang sangat berat. Pada saat ini banyak tudingan yang diarahkan kepada Umat Islam, sseperti radikal, teroris dsb juga intimidasi secara fisik yang dialami oleh sebagian umat Islam. Dalam hal ini, Baginda Rasulullah Saw. memberikan motivasi bahwa kesabaran pada akhir zaman mendatangkan kebaikan yang amat besar. Rasulullah Saw. bersabda
“Akan datang kepada manusia suatu zaman saat orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api”(HR At-Tirmidzi)
Kelima, tetap beramal meskipun sedikit. Karena Allah mencitai amal yang dikerjakan secara kontinyu meskipun sedikit.
Oleh karena itu, keistiqomahan adalah buah yang harus kita petik setelah usai Ramadhan.

No comments:
Post a Comment