Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Corona dan Tahun Ajaran Baru

Friday, June 12, 2020 | Friday, June 12, 2020 WIB
By : Ekalastri Apriyanti 
(Aktivis Dakwah Kampus)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menyatakan, Tahun Ajaran Baru 2020/2021 akan tetap dilaksanakan pada 13 Juli 2020. Sejalan dengan pernyataan tersebut, ternyata di Surabaya ada 127 anak berusia 0-14 tahun yang dinyatakan positif Covid-19. Fakta ini diungkapkan koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fisker – kumparan.com

Tercatat, sebanyak 390 anak, dengan 195 perempuan dan 195 laki-laki positif virus ini – haibunda.com . Dan masih banyak lagi anak-anak di kota lain di seluruh Indonesia yang terinfeksi covid-19. Hampir 1.000 anak terinfeksi covid-19, baik karena tertular ortunya atau lingkungannya. Data ini didapatkan pada saat tahun ajaran baru belum dimulai. Dapat dibayangkan ketika tahun ajaran baru dimulai dapat diprediksi jumlah anak yang terinfeksi covid-19 akan bertambah.

Maka rencana Tahun ajaran baru dengan sekolah new normal akan menghadapi beberapa masalah baru. Bila anak-anak masuk ke sekolah saat pandemi bisakah anak-anak tertib memakai maskernya sepanjang waktu di sekolah, dan bisakah orang tua menjamin anak-anak akan disiplin mengganti masker tiap empat jam pemakaian atau setiap kotor dan basah?

Inilah cara pemerintah menyelesaikan masalah, hanya membuat masalah baru lagi yang tak berujung. Kondisi ini akan terus berulang berganti-ganti masalah tanpa pernah mempunyai solusi yang tuntas.

Jika kita melihat ke Sejarah Islam bagaimana cara Sistem Pemerintahan Islam menyelesaikan berbagai macam masalah termasuk wabah yang terjadi pada saat itu? Islam akan mampu menyelesaikan semua permasalahan umat. Hanya dengan Islam masalah bisa selesai tuntas tanpa menimbulkan masalah baru.

Ini berawal dari sistem pemerintahan yang salah dalam mengelolah sumber daya alam, sehingga mengakibatkan Negara tidak mempunyai dana untuk membiayai rakyatnya. Sebenarnya banyak kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengelolah Negara. Namun kita ambil satu kesalahan saja dalam mengelolah SDA di Indonesia.

SDA di Indonesia diserahkan kepada pihak asing dan swasta yang pada akhirnya dapat merugikan Negara dan menyebabkan Negara defisit dalam hal keuangan. Sedangkan dalam Islam SDA tidak boleh diserahkan kepada pihak swasta dan asing, harus dikelola oleh Negara dan hasilnya dibagikan kembali kepada rakyat. Karena pada hakekatnya rakyatlah pemilik SDA yang sebenarnya, bukan Negara. Negara hanya memfasilitasi rakyat untuk mengelolah SDA milik rakyat itu sendiri. Makanya rakyat berhak menikmati hasil SDA milik mereka sendiri yang merupakan pemberian langsung dari Allah SWT melalui penciptaaan langit dan bumi.
Jika Negara menerapkan Sistem Islam maka Negara tidak akan mengalami defisit keuangan seperti saat ini. Negara akan mampu membiaya kebutuhan pokok rakyat pada saat masa lockdown selama dua minggu dan pandemi covid-19 bisa hilang dari bumi Indonesia.

Seperti itulah Islam melindung nyawa manusia termasuk anak-anak pada masa pandemi. Jika lockdown bisa dilakukan oleh Negara maka tahun ajaran baru dapat berlangsung normal tanpa adanya ancaman covid-19 pada anak-anak.

Sudah saatnya kita kembali kepada Islam. Hanya Islam yang dapat menyelesaikan semua permasalahan umat, karena Islam berasal dari Yang Maha Benar. Kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya marilah kita perjuangkan Syariah dan Khilafah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update