Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muliakan Guru, Muliakan Ilmu

Friday, May 29, 2020 | Friday, May 29, 2020 WIB Last Updated 2020-05-29T16:18:03Z
Oleh: Faizah Kamilah Hasti
(Siswi SD Wahdah Islamiyyah Bulukumba)


Kembali dunia pendidikan dihebohkan dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga siswa SMAN di salah satu kecamatan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga siswa SMAN mengeroyok gurunya hingga mengalami luka berat, hanya karena persoalan daftar hadir atau absen ujian. (detiknews.com, 5/3/2020 )

Sebelumnya beredar juga sebuah video memperlihatkan anak SD marah-marah ke gurunya viral di media sosial. Dalam video tersebut, si anak dalam bahasa Jawa terus menjawab apa yang disampaikan gurunya.  (okezone.com, 25/4/2019)

Ah, miris melihat perlakuan siswa terhadap gurunya apalagi masih SD. Sungguh, kasus ini menggambarkan bahwa saat ini akhlak memuliakan guru semakin terkikis. Padahal sejatinya memuliakan guru adalah memuliakan ilmu. Dari fakta ke dua, diketahui bahwa si anak diduga mematahkan tangan kepala sekolah dengan menendangnya. Karena perbuatannya itu, dia dipanggil gurunya dan diinterogasi. Entah karena sudah menjadi kebiasaan atau faktor salah didik dari orang tua ataukah pengaruh lingkungan sekitar terutama tontonan dari media-media yang beredar. 

Semua pihak bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini, bukan hanya pihak sekolah tetapi pihak keluarga juga memiliki peran yang sangat penting. Selain keluarga dan sekolah faktor lingkungan masyarakat juga memiliki andil yang sangat besar.

Di dalam islam, memang sistem pendidikan dibangun dengan mengoptimalkan tiga pilar yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Keluarga adalah tempat pertama anak-anak mendapatkan pendidikan. Orang tua meletakkan bekal pendidikan dasar sebelum masuk ke jenjang sekolah. Pada saat itu anak-anak sudah harus memiliki pandangan yang benar tentang kehidupan yang kelak akan dijalani. Sejak dini dibentuk aqidahnya dan disiapkan menjadi hamba yang taat pada Allah SWT. Keteladanan juga dihadirkan oleh orang tua untuk membentuk kepribadian yang baik sesuai tuntunan Al-Quran dan As Sunnah. Sayangnya banyak orang tua yang tidak menjalankan perannya karena waktunya difokuskan untuk mencari nafkah. Pendidikan dari keluarga yang tidak berjalan sempurna ini, menjadi cikal bakal kerusakan mental pada anak.

Pendidikan di sekolah harus mampu mencetak anak didik yang berprestasi dalam bidang akademik dan memiliki kepribadian yang luhur. Anak yang pintar tetapi perangainya buruk tidak menunjukkan hasil pendidikan yang baik. Islam memberikan pengajaran terbaik dengan berlandaskan kepada Al-Qur'an artinya nilai-nilai dari Al-Qur'an yang harus menjadi pedoman dalam mendidik anak, bukan sekedar diajarkan sebagai ilmu tetapi untuk diamalkan. Untuk itu negara sebagai penanggung jawab tertinggi dalam bidang pendidikan, harus menyiapkan kurikulum yang baik, yakni tidak memisahkan sistem pendidikan dari nilai-nilai agama atau dikenal dengan sekularisme pendidikan. Dengan begitu akan dihasilkan orang orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Allah SWT memberikan kemuliaan kepada orang-orang yang beriman dan memiliki pengatahuan, sesuai dengan firman Allah SWT:

"...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.Al-Mujadalah ayat: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa  pendidikan yang baik harusnya didasari keimanan pada Allah SWT.

Lingkungan masyarakat tempat anak berada menjadi cermin tempat berkaca bagi anak-anak, sehingga prilaku di lingkungan sangat mempengaruhi prilaku anak. Lingkungan masyarakat  harus dikontrol oleh negara, untuk mendukung berlansungnya proses pendidikan anak. Pemerintah memberikan aturan tegas terhadap tayangan-tayangan media yang beredar di tengah masyarakat. Negara sebagai penanggung jawab tertinggi harus menjaga masyarakat dari berbagai kerusakan pergaulan yang memuncukan akhlak buruk atau prilaku menyimpang.

Dengan optimalnya peran ketiga pilar tesebut, setiap anak bisa bertumbuh dengan baik, mendapatkan pendidikan terbaik dan siap menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kepribadian yang luhur.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update