Goresan Pena Abu Mush'ab Al Fatih Bala
(Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)
Banyak orang mencari sensasi agar bisa viral. Pepatah Arab mengatakan kencingilah air zam-zam maka kamu akan terkenal. Air zam-zam nya air yang suci dan bersih.
Air yang dimuliakan kaum Muslimin dan tak pernah kering karena kuasa Allah SWT. Namun karena ada orang yang ingin terkenal maka dia mengencingi air tersebut (membuang najis ke dalam sesuatu) untuk mengundang perhatian dan kemarahan seluruh kaum Muslimin.
Itu memang pepatah legenda yang secara maknawi terbukti pada zaman sekarang.
Seorang nenek yang viral videonya di akun IG @fuadbakh dan @hilmi28 menyerang habis-habisan beberapa ajaran Islam.
Yang pertama yang diserangnya adalah poligami. Katanya orang yang mau dipoligami itu orang yang tidak berpendidikan. Benarkah? Sudah melakukan survei? Atau hanya sekedar fitnah?
Mengapa sisi latar belakang pendidikan yang diambil sebagai contoh? Bukankah banyak keluarga yang berpoligami karena adil?
Kalau pun ada praktik poligami yang tidak baik tidak lantas memburukkan semua jenis poligami. Bisa saja praktik buruk poligami ini karena rendahnya pemahaman agama. Misalnya sang suami yang belum bisa berlaku ma'ruf memaksakan diri untuk berpoligami. Tentu kurang ahsan.
Namun, sudah banyak contoh poligami yang sukses. K.H.Arifin Ilham adalah yang sukses membina keluarga besar poligaminya. Semua akur dan damai.
Tidak seperti yang dicitraburukkan sang nenek. Keluarga Ustadz Ilham itu ibarat air zam-zam dan yang dilakukan si nenek adalah seperti mengencingi air tersebut.
Tidak intelektual. Apalagi menyamakan nama Hajar yang mulia dalam ajaran Islam, Ibundanya Nabi Ismail as dengan istilah 'hajar' yang artinya memukul seseorang atau sesuatu.
Jika ada praktik poligami yang keliru tidak lantas mengharamkan semua praktik poligami yang benar dan sesuai Syariah. Sama juga dengan praktik pernikahan monogami, jika ada yang keliru tak lantas membubarkan semua pernikahan monogami.
Mengapa si nenek tidak menyerang perzinahan dan perselingkuhan secara habis-habisan? Bukankah itu yang merusak agama? Menjadi penyakit masyarakat?
Perzinahan dan Perselingkuhan merusak nasob (garis keturunan). Menyebabkan penyakit AIDS. Menimbulkan serangan pergaulan bebas dan meningkatnya angka aborsi. Mengapa si nenek menyerang pernikahan yang sah.
Nenek juga menyerang ajaran Islam tentang shalat. Tentang mencium karpet sholat yang diinjak oleh kaum Muslimin.
Padahal jelas sebelum memasuki Masjid kaum Muslimin tentu berwudhu dulu dan alas kaki dilepas agar kesucian dan kebersihan tempat ibadah beserta karpetnya terjaga.
Dia juga meragukan perintah shalat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Padahal Beliau SAW adalah manusia yang paling cerdas yang tentu saja cepat memahami gerakan Shalat. Beliau SAW hafal Al Qur'an setiap kali menerima wahyu. Dan hafidz al Qur'an itu bertebaran di dunia ini.
Dan masih banyak logika yang bisa dipatahkan. Pertanyaannya adalah mengapa si nenek bisa leluasa menghina ajaran Islam meski telah gamblang diketahui itu aksi pelecehan dan menunjukkan kedangkalan berfikirnya.
Padahal nenek tahu bahwa bila itu dilakukan akan mengundang kemarahan ratusan juta kaum Muslimin. Di duga ada kekuatan besar yang menopang si nenek untuk bebas menghina Islam. Semoga saja si nenek cepat ditangkap seperti cepatnya aparat menangkap gadis yang joget tik tok saat shalat.
Apa yang dilakukan si nenek hanya lah salahsatu dari sekian dari banyaknya kasus penistaan agama Islam. Semua bisa terjadi karena sekularisme yang menggerogoti akal sehat.
Sekularisme yang laku di Barat ingin dijajakan ke Indonesia. Sekularisme berhasil mengalahkan agama di Barat dan kini mencoba menghancurkan Islam di negeri-negeri Kaum Muslimin.
Barat maju karena meninggalkan agama dan berharap Islam pun akan ditinggalkan umatnya. Padahal Barat lupa dengan sejarah kegemilangan Rasulullah SAW, Para Sahabat, dan warisan peradaban Islam yang bertahan 14 abad menguasi 2/3 dunia.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya tentang Shalat dan juga pernah berpoligami. Beliau juga yang mendapatkan penghargaan dari Michael J Hart penulis populer Barat Non Muslim sebagai tokoh nomer satu paling berpengaruh sepanjang masa.
Begitu juga dengan para Khalifah sesudahnya yang telah menyelamatkan dunia dari abad kegelapan. Para orientalis Barat malah memuji kelebihan Peradaban Islam.
Sulit membayangkan Ibnu Khaldun bisa menjadi Bapak Ilmu Pemerintahan, Ibnu Sina Bapak Ilmu Kesehatan, dan Al Khawarizmi sebagai Bapak Matematika jika mereka sekuler (jauh atau anti agama). Mereka adalah orang yang rajin shalat dan terinspirasi dengan ajaran-ajaran Syariah.
Apa yang dilakukan oleh sekularis yang melecehkan ajaran-ajaran Islam bukannya akan menjauhkan kaum Muslimin dari agamanya tetapi malah menambah rasa cinta umat kepada agamanya. Bahwa sekularisme itu buruk dan persatuan dalam satu kepemimpinan itu yang paling ditakuti kaum kafir. Yang akan menghukum segala bentuk penistaan ajaran Islam. []
Bumi Allah SWT, 19 Mei 2020
#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

No comments:
Post a Comment