Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sering Dijadikan Tempat Berkumpul Anak Punk, Satpol PP dan Tim Periksa Eks MIN

Friday, April 17, 2020 | Friday, April 17, 2020 WIB Last Updated 2020-04-17T06:55:40Z
N3,Sarolangun - Sebuah bangunan kosong milik Pemerintah yaitu eks sekolah MIN yang berada di Kelurahan Pasar, Kecamatan Sarolangun di razia Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sarolangun bersama Tim yang terdiri dari TNI, Polri, Kesbangpol, Dinsos, Pihak Kecamatan dan Kelurahan serta Ketua RT 07, Jumat (17/4/2020).

Razia bangunan tersebut bukan tanpa alasan, sebab tempat tersebut dari laporan yang diterima jika sering dijadikan markas anak Punk yang baru datang dari luar daerah.

Untuk diketahui jika memang bangunan tersebut sudah lama dihuni oleh beberapa Kepala Keluarga yang sekedar menumpang tinggal bersama keluarganya dan sudah didata baik dari tingkat RT sampai Kelurahan.

Lurah Pasar Sarolangun, Junaidi menyebutkan jika memang benar di bangunan tersebut dihuni oleh beberapa KK yang berjumlah 8 KK dan orang-orang tersebut sudah membuat Surat Pernyataan yang dikeluarkan pada tahun 2018 lalu.

" Ada 8 KK yang menghuni bangunan tersebut dan sudah membuat surat pernyataan yang ditanda tangani ketua mereka. Yang mana didalam surat tersebut menegaskan untuk para penghuni jika ada pendatang baru segera melaporkan ke RT setempat," jelas Junaidi.

Sementara Kasat Pol PP Sarolangun Riduan,SSTP mengatakan jika kegiatan ini merupakan sosialisasi dan penertiban warga yang menempati lokasi bangunan eks MIN sebagai antisipasi pencegahan Covid 19 dan trantibum yang mana diketahui jika banyak anak Punk dari luar daerah menumpang dibangunan tersebut.

" Dikhawatirkan adanya anak-anak Punk yang datang dari luar daerah yang menetap sementara ditempat tersebut ada yang terpapar Covid 19 sehingga ditakutkan bisa menyebarkan wabah ini dan ditakutkan juga menimbulkan kejahatan," sebutnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Lurah Pasar, Kasat Pol PP juga menegaskan kepada warga yang sudah menghuni tempat tersebut untuk tidak membawa orang lain ataupun keluarga untuk menginap disana tanpa terkecuali anak Punk yang sering berkumpul dilokasi tersebut.

" Kita sudah sampaikan kepada para warga yang menghuni disini untuk tidak menerima dan membawa keluarga lainnya untuk tinggal menetap dan meminta jika ada anak Punk yang datang untuk mengusir mereka," pungkasnya. (SRF)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update