N3,Sarolangun - Kepedulian terhadap pandemi virus Corona (Covid-19) terkait dampak ekonomi masyarakat terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan beras yang secara terus menerus disalurkan untuk setiap Kecamatan.
Seperti hari ini, Senin (20/4/2020) Pemkab Sarolangun salurkan bantuan beras di Dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Pelawan dan Kecamatan Singkut berarti sudah Enam Kecanatan yang sudah disalurkan. Yang mana penyerahan beras tersebut diwakili oleh Wakil Bupati Sarolangun H.Hillalatil Badri yang didampingi Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari.
Hadir juga dalam penyerahan bantuan tersebut, Sekda Sarolangun Endang Abdul Naser, Wakil Ketua II DPRD Syarial Gunawan, Anggota DPRD Fadlan Kholik, Kepala Bappeda H.Lukman, Kadis Sosial H Juddin, Kepala Kesbangpol Hudri, Camat Pelawan Subhan, Camat Singkut RA.Patimah, Kapolsek Pelawan Singkut dan seluruh Kepala Desa se Kecamatan Pelawan dan Singkut.
Dalam penyaluran bantuan beras ini, untuk Kecamatan Pelawan diberikan kepada 1330 KK atau sebanyak 26,6 ton . Sementara untuk Kecamatan Singkut kepada 1860 KK, untuk keluarga miskin sebanyak 1748 miskin, ojek 38 orang dan PKL 76 orang.
Dalam sambutannya, Wabup H.Hilalatil Badri menghimbau untuk seluruh elemen memantau bersama-sama penyaluran bantuan beras ini, sehingga bantuan ini tepat sasaran dan memang diberikan kepada yang berhak menerima.
Dijelaskannya jika bantuan beras ini dibagi dalam 3 tahap, yaitu tahap Pertama, sebelum Puasa, Tahap Kedua sebelum Hari Raya atau Lebaran Idul Fitri dan tahap Ketiga sesudah Lebaran Idul Fitri.
Dalam kesempatan itu juga Wabup meminta untuk seluruh Kades untuk ikut berperan aktif dalam memutus penyebaran Covid 19 mulai dari tingkat Desa dengan mendata warganya jika ada warga yang baru datang dari luar daerah.
" Saya minta Desa siapkan posko Covid 19 di desa nya masing dan untuk Kades mendata warga yang baru datang dari luar daerah," ujar Wabup.
Sementara Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari dalam kesempatan itu menyebutkan jika dampak ekonomi dari pandemi Covid 19 sangat dirasakan oleh masyarakat.
" Oleh karena itulah Pemkab Sarolangun mengambil langkah ini," ujarnya.
Ditambahkan Tontawi Jauhari jika untuk penyebaran Covid 19 di Kabupaten Sarolangun masih nol untuk itu dengan kondisi ini harus tetap dijaga jangan sampai Covid 19 ini menyebar.
" Alhamdulillah dan bersyukur jika Sarolangun masih nol dalam penularan Covid 19 ini," pungkasnya. (SRF)

No comments:
Post a Comment