Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ormas dalam Islam

Friday, January 10, 2020 | Friday, January 10, 2020 WIB Last Updated 2020-01-09T23:23:55Z
Oleh : Dewi Maryati 

Pernyataan mengejutkan yang diucapkan langsung dari ketua umum pengurus besar nahdlatul ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat berbicara dalam wisuda mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama Indonesia (Unusia) di Parung Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dalam video itu, Kiai Said berbicara soal ketimpangan ekonomi yang terjadi saat ini. Dia membeberkan sejumlah ‘bobrok’ dari pemerintahan saat ini, dan janji Menteri Keuangan Sri Mulyani juga diungkit tentang dana kredit murah untuk membantu ekonomi warga Nahdliyin, di menit 17.45 video, Said Aqil juga mengatakan “Ketika Pilpres suara kita dimanfaatkan. Tapi ketika selesai, kita ditinggalkan. (12/12/2019 www.rmolbanten.com )

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ormas selalu menjadi rebutan kontestan pemilu untuk meraup suara memenangkan sang kontestan pemilu. Di tengah suara arus politik sekuler yang transaksional, sang kontestan memberikan sejumlah janji-janji dan menawarkan ‘imbalan’ atas dukungan tersebut. Baik berupa jabatan, fasilitas sarana dan prasarana ormas ataupun sejumlah dana yang besar untuk dibagi-bagikan keormas dan para anggotanya.

Pengakuan ketua ormas ini hanya menegaskan bahwa rezim sekuler demokrasi berkarakter ingkar janji dan hanya memanfaatkan rakyat dan ormas sebagai mesin pengeruk suara dan ‘pendorong mobil mogoknya’. Karena dalam system politik demokrasi semua kemenangan distandarisasi suara terbanyak, bukan kebenaran. kita lihat fakta yang ada dilapangan banyak kecurangan dalam pemilu, ini dilakukan demi mendapatkan suara terbanyak agar terpilih sebagai pemenang kontestan pemilu.

Hal ini hendaknya menjadi ibrah, bahwa tujuan didikannya sebuah ormas tidak boleh beralih dari tanggung jawab amar ma’ruf nahi munkar, ALLAH SWT berfirman yang artinya “Dan hendaklah ada diantara kamu ada segolongan ummat, menyerukan kepada kebajikan, menyeruh berbuat yang ma’ruf dan mencega dari yang munkar. Maka mereka itulah orang-orang yang beruntung (TQS. Ali ‘imron. 104)

Serta melakukan muhasabah lil hukkam (melakukan koreksi atau nasihat kepada peguasa) sesuai misi kehadirannya ditengah masyarakat. Semua aktifitas ini dilakukan tanpa imbalan dari penguasa, tidak berkompromi dengan kedzalimannya dan selalu teguh berpegang pada prinsip syariat dengan hanya mengharap ridla Allah. Amal inilah yang menjadi kebutuhan hakiki umat, bukan dana dan suntikan modal yang bisa membeli suara ormas. Hingga pasca pilpres ada kekecewaan, merasa ditinggal dan tidak mendapatkan jatah kekuasaan. Justru jika ormas berkompromi dengan kebijakan penguasa yang dzalim hal ini akan membuat ummat tidak menyadari pertentangan rezim dengan system kepemimpinan islam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update