Oleh : Aulia Rahmah
Gresik, Jatim
Indonesia, yang dianugerahi oleh Allah kekayaan alam yang berlimpah tentu sangat menggiurkan para pengusaha untuk menjadikannya sebagai komoditas yang menghasilkan pundi - pundi uang. Dari ujung Sumatera hingga Papua, kekayaan alam di daratan dan lautan sangat beragam jenisnya. Dari flora, fauna, kondisi alam yang sejuk, apalagi kekayaan minyak bumi, gas alam, dan berbagai jenis mineral lainnya.
Kabupaten Natuna di Propinsi Riau kini di klaim oleh China sebagai bagian dari teritorinya. China dengan jumawa mengerahkan kapal besarnya untuk mengeruk kekayaan laut blok Natuna. Dari Lobster, kepiting, rajungan, dan cumi - cumi. Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aryo Hanggono mengungkapkan bahwa cumi- cumi menjadi komoditas laut dengan potensi paling banyak setidaknya ada 23.499 ton per tahun, dilansir m.detik.com(04/01/2020).
Dibawah bayang- bayang perang dagang antara Amerika dan China, Indonesia tanpa disadari telah menjadi obyek permainan bagi kedua negara besar tersebut. Kekayaan SDA nya diperebutkan, warga negaranya (walau secara halus) dieksploitasi. Seluruh aspek kehidupan selalu terwarnai oleh dua ideologi, Kapitalisme- Sekularisme oleh Amerika dan Sosialisme- Komunisme oleh China. Ideologi Islam, menjadi kambing hitam.
Liberalisme di bidang pendidikan , politik, dan ekonomi, membawa Indonesia pada pemerintahan oligarki. Pemerintahan yang ada hanya menjadi regulator dan pelayan bagi para pengusaha. Rakyat terus ditekan dengan berbagai pajak, iuran kesehatan, kenaikan listrik, BBM, tarif tol, dan iuran lainnya.
Pembangunan infrastruktur yang diambil dari dana investasi dan hutang, dengan mengabaikan keseimbangan alam dan urgensinya bagi rakyat untuk menunjang kemudahan terpenuhinya kebutuhan, kini berakibat pada rusaknya lingkungan. Banjir bandang menjadi ancaman bagi kehidupan.
Sosialisme - Komunisme di era rezim saat ini semakin subur saja. Ormas Islam yang menginginkan Syariat Islam kaffah dalam bingkai Khilafah sebagai jalan untuk meraih tujuan bangsa, selalu dikriminalisasi dan dituding sebagai radikal. Sehingga perlu upaya serius untuk mencegah agar Islam ditinggalkan. Proyek deradikalisasi menjadi penting daripada membangun ekonomi, generasi sholih, pemerintahan yang kredibel, mencegah korupsi, dan membangun martabat bangsa. Materi jihad dan khilafah yang selama ini diajarkan di Madrasah Aliyah mulai tahun ini akan dihapus dari kurikulum.
Para pemimpin bangsa Indonesia saat ini adalah bagian dari generasi Muslim yang telah terdidik dengan pola pendidikan asing diluar Islam, akibatnya timbul perasaan inferior dihadapan asing dan menganggap resolusi asing adalah yang terbaik. Swastanisasi SDA, hutang luar negeri, dan investasi asing dianggap suatu kebenaran yang akan membawa kepada kemajuan, tak hanya itu hampir seluruh aspek kehidupan mereka berkiblat kepada asing. Padahal kunci keberkahan dan kebahagiaan adalah melakukan ketaatan secara sempurna kepada Allah dengan memberlakukan Syariat Islam kaffah.
Didalam Alquran Allah berfirman " Barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu maka baginya kehidupan yang sempit, dan di akhirat nanti dia akan dikumpulkan dalam keadaan buta" (Tqs. Thoha : 124).
Diayat yang lain Allah berfirman "Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat ulah tangan- tangan manusia,... (Tqs. Arrum:40)
Indonesia yang dirundung duka saat ini karena pemimpin- pemimpin yang berkuasa di negeri ini enggan mentaati aturan Allah Swt. Jika keadaan ini terus berlanjut dan tak ada itikad untuk kembali kepada aturan Allah dan memuliakan para ulama warotsatul anbiya' maka tentu negara ini akan makin dalam terperosok pada jurang kemiskinan yang amat parah. Kelaparan, ketimpangan sosial, korban bencana yang tak terurus, keseimbangan alam yang rusak berakibat pada seringnya terjadi bencana alam. Sampai kapan musibah ini akan berakhir ?
Bangkit Dengan Ideologi Yang Shahih
Sebuah negara akan bangkit dan dapat menghindar dari obyek penjajahan jika negara itu me
ngemban sebuah ideologi. Apakah Kapitalisme - Sekularisme, Komunisme - Sosialisme, ataupun Ideologi Islam. Dengan ideologinya sebuah negara mampu dengan mandiri memenuhi kebutuhannya tanpa tekanan, dan tidak mengikuti arahan negara manapun sebelum menggali hukum dari ideologinya.
Umat Islam yang mayoritas di negeri ini mempunyai peranan penting dan vital dalam upaya untuk menuju kebangkitan. Mengambil Islam sebagai sebuah Ideologi dengan menerapkan Syariatnya secara menyeluruh akan mengantarkan Indonesia pada kebangkitan. Konsep negara khilafah adalah kompeten untuk Indonesia yang saat ini dibayang - bayangi oleh hegemoni Amerika dan China. Dengan memurnikan iman, menggerakkan individu muslim untuk terus mempelajari dan menggali sejarah kegemilangan sejarah peradaban Islam di masa silam, serta mempelajari dan mengaplikasikan seluruh hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
Kesederhanaan struktur negara khilafah, yaitu kholifah, muawwin (pembantu kholifah), amirul jihad, wali, qodli, aparat administrasi negara, dan majelis umat, sudah memungkinkan seluruh hajat hidup rakyat terpenuhi. Dengan dilandasi ketakwaan yang tinggi akan tercipta kredibilitas diantara masyarakat dan negara. Hal ini sebagai modal bagi negara untuk melindungi rakyat dari berbagai ancaman dan serangan musuh dalam berbagai bentuknya, baik secara pemikiran maupun serangan fisik. Hubungan yang baik antara masyarakat dan negara akan memperkuat pertahanan negara sehingga mampu mempertahankan martabatnya di mata dunia.
Jika negara menjadi kepanjangan tangan dari industri - industri asing dengan membuka industri baru di negara ini yang sebagian besar industri tersebut berasal dari China yang merusak seperti dengan menjadikan game online sebagai industri, narkoba, free sex, LGBT, klaim wilayah RI oleh oleh China, maka sesungguhnya pemerintah telah berkhianat kepada rakyat, bukannya menyelesaikan persoalan, justru pemerintah bergandeng tangan dengan China menjadi bagian dari pencipta masalah baru. Fungsi negara yang seharusnya menjamin kebutuhan dasar dan melindungi rakyat berubah fungsi menjadi bagian dari pedagang yang memperdagangkan hajat hidup rakyatnya.
Negara yang kenyang dengan gelontoran dana investasi asing dan hutang luar negeri dari China, mungkinkah berani mengusir China yang mengklaim perairan Natuna sebagai bagian dari wilayah teritorinya ? Negara yang orientasi kepemimpinannya hanya untuk melayani para kapitalis, mungkinkah berani menganggap China sebagai musuh negara ? Negara oligarki yang didominasi oleh pengusaha China, mungkinkah dapat mengidentifikasi antara musuh dan sahabat. China yang menguasai perekonomian dunia telah berani mengusir nelayan pribumi dari perairan Natuna, beranikah Indonesia memutuskan kerjasama dengan China ?
Keberanian hanya dimiliki oleh orang - orang yang tak tertawan oleh kemewahan dunia yang menipu, dan menjadikan kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Keberanian hanya dimiliki oleh orang - orang yang menjaga diri dari murka Ilahi. Keberanian hanya dimiliki oleh orang - orang yang komitmen hidupnya untuk ibadah kepada Allah semata. Negara khilafah dengan Syariat Islam kaffah adalah wujudnya.

No comments:
Post a Comment