Oleh : Yuli Mariyam
(Pendidik Generasi Tangguh, Member Akademi Menulis Kreatif)
Umat Islam dalam sejarah panjangnya telah menorehkan kegemilangan yang tidak dapat didustakan. Walaupun pengaburan sejarah dilakukan secara masif dan sistemik oleh bangsa penjajah untuk mengkerdilkan Islam. Tetapi bukti-bukti yang ada justru menunjukkan Islam pusat sejarah. Berawal dari para nabi dan para shohabat, para ulama, para pemimpin negara bahkan ketangguhan para pemudanya.
Ialah Khilafah yang menjadi naungan bagi para ilmuwan untuk menorehkan karya nyata yang berguna bagi umat manusia sampai saat ini. Begitu pula dengan jihad yang dimaknai sebagai perjuangan pembebasan penghambaan kepada selain Allah SWT. Serta menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan menjalani kehidupan baik pribadi,bermasyarakat bahkan bernegara.
Namun, berita yang ramai di lini masa cukup menyita perhatian.
"Selamat tinggal sejarah Islam, Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad" Begitulah tagline yang ditulis oleh Pesisir News.Com (90/12/2019). Masih menurut kemenag Fahrul Razi, hal ini dilakukan untuk menangkal radikalisme, yang disinyalir berpangkal dari kurikulum tersebut. Kaum muslimin yang sadar akan wajibnya khilafah dan memperjuangkannya, dianggap mengancam keberadaan nasionalisme. Sehingga kurikulum ini harus masuk dalam mata pelajaran sejarah kebudayaan bukan fiqih.
Khilafah dan jihad adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dengan Islam.Karena khilafah adalah institusi yang bisa menerapkan islam secara kaffah (keseluruhan). Dari ibadah ritual seperti sholat, puasa, zakat, haji, tapi juga mengatur kedaulatan sebuah negara.
Sedang jihad dimaknai bentuk penyebaran rahmad Allah SWT keseluruh penjuru dunia. Lihatlah, kisah ketika penaklukan dilakukan di Ethiopia, sebagai negara yang terletak di benua Afrika. Ethiopia bukanlah negara yang kaya raya yang bisa diambil kekayaan alamnya. Namun Islam datang dan memudahkan distribusi pangan hingga tak ada lagi manusia yang mati kelaparan.
Radikalisme dan terorisme tidak bisa dikaitkan dengan Islam. Terorisme yang digaungkan saat ini tidak terlepas dari islamophobia yang dihembuskan Barat agar umat muslim benci menerapkan Islam secara kaffah. Keberadaan khilafah akan menghancurkan pendudukan kapitalisme di negeri-negeri kaum muslimin. Bahkan mengusir keberadaan mereka serta menghapus ketidakadilan yang diciptakan oleh Barat.
Allah SWT berfirman yang artinya;
“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. al-Isra’: 18)
Dengan keberadaan khilafah, sistem kapitalisme akan musnah tak bersisa. Karena keberadaan khilafah akan menutup celah untuk penerapan hukum buatan manusia. Satu-satunya hukum yang akan diterapkan adalah aturan Sang Pencipta.
Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:
Post a Comment