Pelajar, Member Akademi Menulis Kreatif
Tiada kemuliaan tanpa Islam
Tak sempurna Islam tanpa syariat
Takkan tegak syariat tanpa daulah
Daulah Khilafah Rasyidah
Begitulah penggalan lirik nasyid berjudul “Tegakkan Khilafah”. Membaca lirik tersebut, mengingatkan kita akan duka yang tengah menyelimuti saudara kita di Ghaza.
Bagaimana tidak, kemuliaan kaum muslimin Ghaza diinjak-injak. Bombardir kembali dilakukan oleh zionis Israel. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan nyawa kaum muslimin telah melayang di tangan para musuh Islam.
Melihat berita-berita yang beredar di dunia maya, atau mungkin di berbagai stasiun televisi, membuat kita berpikir keras. Mengapa persoalan di tanah Ghaza, Palestina, tak kunjung berakhir? Puluhan tahun tanah Palestina diinjak-injak oleh tentara-tentara Israel. Mereka menyerang, menyiksa, bahkan tega membunuh kaum muslimin di tanah suci tersebut. Mengapa permasalahan ini tak kunjung usai? Mengapa puluhan tahun sudah tanah Palestina belum juga terbebas dari para penjajah keji itu?
Membaca berbagai berita yang beredar, Israel kembali memborbardir jalur Ghaza, Palestina, lantaran para faksi Palestina masih melancarkan roket-roket ke wilayah Israel. Walhasil, para tentara Israel membalasnya dengan bombardir habis-habisan.(iNews.id,16/11/2019)
Inilah sebab, mengapa Israel kembali memborbardir jalur Ghaza. Namun, apakah benar hal ini merupakan penyebab utama mengapa Israel memborbardir Palestina untuk kesekian kalinya? Apakah hal-hal seperti ini yang menyebabkan musuh-musuh Islam menyerang negeri-negeri kaum muslimin?
Kenyataannya, hal tersebut bukanlah pangkal utama mengapa tanah Palestina terus-menerus diinjak-injak. Serangan balik yang diluncurkan para Hamas pada Israel hanyalah masalah cabang dari akar permasalahan yang menimpa Palestina. Pun demikian dengan negeri-negeri Islam lainnya. Permasalahan yang tampak selama ini, sejatinya adalah permasalahan cabang, bukan permasalahan utama. Maka sangat wajar jika permasalahan dan duka umat Islam tak kunjung berakhir.
Akar permasalahan yang menimpa negeri-negeri Islam saat ini adalah tidak adanya kepemimpinan Islam. Dimana seluruh syariat Islam diterapkan secara menyeluruh. Seluruh hukum-hukum Allah berdiri tegak di dalamnya. Inilah sejatinya akar permasalahan umat Islam.
Tidak berdayanya umat Islam dikarenakan tidak adanya kepemimpinan Islam. Lemahnya umat saat ini dikarenakan tidak adanya khilafah sebagai sistem pemerintahan dalam sebuah negara. Negeri-negeri Islam tercerai berai. Umat Islam tersekat-sekat oleh nasionalisme. Hal ini dikarenakan tidak adanya pemimpin daulah Islam, yakni khalifah, yang menyatukan.
Sungguh, tegaknya khilafah amatlah penting bagi umat. Momen yang tengah terjadi di Ghaza, telah mengingatkan kita, betapa penting dan butuhnya umat akan keberadaan khilafah. Karena hanya di dalam khilafahlah seluruh syariat Islam dapat diterapkan secara kafah, menyeluruh. Khilafahlah satu-satunya perisai yang mampu melindungi dan menjaga umat Islam. Hanya di dalam sistem inilah, umat Islam akan terjaga kehormatan serta harga dirinnya. Negara akan melindungi umat dengan segala kekuatannya.
Maka di momentum ini, marilah kita sudahi penderitaan umat Islam. Marilah kita sudahi segala kepedihan yang menimpa dunia, lantaran tidak adanya penjagaan negara. Khilafah satu-satunya solusi tuntas berbagai kecarut-marutan yang terjadi di dunia saat ini. Tegaknya daulah Islam merupakan kunci penyelesaian segala permasalahan dunia. Bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk umat non-Islam. Bukan hanya untuk negeri-negeri Islam, tetapi juga untuk negeri-negeri yang mau tunduk kepada Islam. Karena sesungguhnya, Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.
Wallahu a’lam bish-shawab

No comments:
Post a Comment