Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sudah Tepatkah Solusi Pindah Ibukota?

Thursday, August 29, 2019 | Thursday, August 29, 2019 WIB Last Updated 2019-08-29T06:32:14Z
Oleh : Nelliya Ummu Zahra 
(Member AMK  dan Pegiat Literasi)

Dengan didampingi jajaran menteri terkait dan Gubernur DKI Anies Baswedan, Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi Ibu Kota baru, yakni sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Keduanya merupakan kabupaten di Kalimantan Timur. (CNN Indonesia 26/8/2019).

Dengan pertimbangan beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis sekaligus sudah sangat berat. 

Seperti yang dilansir oleh CNNIndonesia, Jokowi menuturkan tentang urgennya pemindahan ibukota ini.

"Kenapa urgen sekali? Kita tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Tentu pengumuman pemindahan ibukota ini mengejutkan  berbagai pihak dan akhirnya menimbulkan berbagai polemik.

Jokowi hanya bilang bahwa dipilihnya Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota baru karena salah satu faktornya adalah keamanan, terutama bencana yang minim. Kalimantan Timur juga dianggap strategis karena ada di tengah-tengah Indonesia.

Apakah pemindahan ibukota ini adalah solusi yang tepat atas permasalahan yang menimpa negeri ini? Dan  benarkah ibu kota baru akan terhindar bencana jika sudah dipindahkan. 
Negeri ini sedang dilanda berbagai macam persoalan. Seperti menggunungnya hutang luar negeri, impor yang ugal-ugalan, mahalnya biaya pendidikan, mahalnya biaya kesehatan, semakin meroketnya kebutuhan pokok, tingginya angka pengangguran, kriminalitas, dan permasalahan lainnya.
Lalu ditengah kemelut negeri ini, pemerintah malah fokus ingin memindahkan ibukota.

Lagi pula, untuk memindahkan ibukota ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Nilainya mencapai triliunan dana yang harus digelontorkan.

Kepala Bapennas
Bambang Brodjonegoro menyatakan total dana yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota sekitar Rp486 triliun. (CNN. Indonesia 27/8/2019).

Tentu saja jumlah ini tidak bisa dianggap remeh, 
mengingat saat ini Indonesia sendiri memiliki hutang luar negeri yang tidak bisa dibilang sedikit.

Seperti yang dilansir oleh CNNIndonesia, utang luar negeri Indonesia mencapai US$389,3 miliar atau setara Rp5.577,4 triliun (kurs Rp14.326 per dolar AS) pada akhir April 2019 kemarin.  Data Bank Indonesia (BI), utang tersebut tumbuh 8,7 persen dibandingkan dengan Maret 2019.

Pertumbuhan utang tersebut, lebih tinggi jika dibandingkan dengan maret yang hanya 7,9 persen. (CNN.Indonesia 17/6/2019).

Mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk pemindahan ibukota ditengah lilitan hutang, dan keadaan  rakyat yang semakin memprihatinkan rasanya bukanlah keputusan yang tepat. Seharusnya pemerintah benar-benar bisa memikirkan hal mana yang lebih urgen yang harus didahulukan.

Melihat kondisi rakyat Indonesia saat ini yang jauh dari kata sejahtera, harusnya dana itu bisa dialokasikan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. 

Islam memandang pemimpin itu adalah wakil umat untuk mewujudkan tujuan-tujuan syari'at. Karena itu kewajiban seorang pemimpin adalah meriayah umat sesuai dengan syari'at Allah Swt.

Rasulullah Saw berkata kepada Abu Dzar terkait kepemimpinan, “Sesungguhnya (kepemimpinan)itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi mereka yang menunaikan amanah tersebut sesuai haknya dan menjalankan kewajibannya.” (HR Muslim).

Menjadi pemimpin bukan saja hanya menyandang gelar. Namun, ada tanggung jawab besar pundak seorang pemimpin.
Karena itu, ketika seorang pemimpin itu amanah dan mampu berlaku adil, atas kewajiban-kewajibannya sebagai seorang pemimpin, ada balasan yang luar biasa  yang Allah Swt siapkan.

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah di dalam naungannya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.Yaitu imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya, seseorang yang hatinya bergantung di dalam masjid, dua orang saling mencintai yang bertemu dan berpisah karena Allah Swt, seorang laki-laki yang diminta (digoda) seorang perempuan yang memiliki pangkat dan berparas cantik namun ia berkata “Sungguh aku takut Allah”, seorang laki-laki yang menshadaqahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dishadaqahkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang menyebut/ingat Allah ketika sendiri hingga kedua matanya menangis" (HR. Al-Bukhari Dan Muslim).
Diantara 7 golongan ini, terdapat pemimpin yang adil dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.

Sebaliknya Allah Swt juga memberi peringatan kepada pemimpin yang tidak bertanggung jawab terhadap amanah kepemimpinannya.

Dari Abu Maryam al-Azdiy ra, ia berkata kepada Mu’awiyah ra: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja yang diberi kekuasaan oleh Allah mengurusi umat Islam, sedang ia tidak memperhatikan kedukaan dan kemiskinan mereka, maka Allah tidak akan memperhatikan kepentingan, kedukaan dan kemiskinannya pada hari kiamat. Kemudian Mu’awiyah mengangkat seseorang untuk mengurusi segala kepentingan manusia.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Wallhu a'lam bishshwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update