Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Virus HIV/AIDS Menyerang Inti Dalam Sel

Tuesday, April 23, 2019 | Tuesday, April 23, 2019 WIB Last Updated 2019-04-23T17:11:53Z
Narasumber : dr.Ozy Purna, Sp.PD (Photo/nal)
N3,Sarolangun, Rumah sakit melaksanakan penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sarolangun menggelar pelatihan HIV/AIDS sebagai salah satu syarat menuju akreditasi Paripurna. Kegiatan Sosilisasi Pelatihan HIV/AIDS berlangsung do aula rumah sakit yang diikuti para peserta dari dokter, Perawat Bidan dan pegawai rumah sakit lainnya.

Pada Pelatihan HIV/AIDS tersebut dr.Ozy Purna, Sp.PD sebagai narasumber pelatihan HIV/AIDS menjelaskan bahwa virus HIV menyerang dalam inti sel,

“ Virus HIV/AIDS sangat berbahaya karena menyerang inti sel manusia dan tidak bisa diobati, hingga saat inipun obatnya belum ditemukan. Dan penularannya, selain sex bebas, juga bisa melaui tranfusi darah, air liur dan juga penggunaan jarum suntik termasuk jarum suntik narkoba. Maka dari itu Virus human immunodeficiency virus (HIV) telah mengubah keadaan sosial, moral, ekonomi dan kesehatan dunia. Dan HIV/AIDS saat ini merupakan masalah kesehatan terbesar yang dihadapi oleh komunitas global “ Katanya.

Disamping itu dr.Ozy purna juga menjelaskan, ciri atau dampak orang terkena pengidap HIV/AIDS,

“ Adapun ciri yang ditimbulkan diantaranya seperti, kondisi berat badan turun secara draktis, gatal – gatal disekujur tubuh dan lainnya. Perlu dipahami bahwa penderita AIDS tidak memandang status siapapun dia. Maka dari itu perlu dilakukan pencegahan pengobatan, dukungan dan perawatan dan penanganan yang serius secara countinue dan berkualitas “. Jelasnya.

Rumah sakit dalam melaksanakan penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan standar pelayanan bagi rujukan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan satelitnya dengan langkah-langkah pelaksanaan diantaranya meningkatkan fungsi pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), meningkatkan fungsi pelayanan Prevention Mother to Child Transmision (PMTCT), meningkatkan fungsi pelayanan Antiretroviral Therapy (ART) atau bekerjasama dengan RS yang ditunjuk, meningkatkan fungsi pelayanan Infeksi Oportunistik (IO) dan meningkatkan fungsi pelayanan pada ODHA dengan faktor risiko Injection Drug Use (IDU) serta meningkatkan fungsi pelayanan penunjang seperti pelayanan gizi, laboratorium, dan radiologi, pencatatan dan pelaporan (KARS/dok). (nal)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update