Penulis : Asmawati
(Aktivis dakwah muslimah)
Beberapa waktu lalu telah tayang sebuah film dokumenter "Sexy Killer" garapan dari dua jurnalis Dhandy Dwi Laksono dan Ucok Suparta, merekam berbagai masalah sosial, ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Secara resmi film ini sudah diunggah di kanal Youtube Watchdoc. Sampai 16 April ini, film sudah ditonton 7 jutaan kali.
Dari film tersebut menggambarkan bagaimana dampak yang terjadi dalam pengolahan industri batu bara yang dilakukan oleh segelintir para pengusaha yang berkerja sama dengan penguasa. Ketika tambang batu bara yang dijadikan sebagai bahan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) justru telah menimbukan kerusakan dan kehancuran lingkungan dan kehidupan warga disekitar wilayah tersebut.
Demi memuaskan nafsu dari para kapitalis, rakyat yang harus jadi korban. Dimana dalam film "sexy killer" menceritakan banyak sekali permasalahan muncul dari terampasnya perkebunan dan pertanian penduduk sekitar, langkanya air bersih, sawah tercemari limbah, polusi udara bahkan sampai bekas tambang yang menganga hanya ditinggalkan oleh perusahaan begitu saja sehingga banyak yang menjadi korban meninggal karena jatuh tenggelam disana.
Bahkan yang sangat mencengangkan, pengolahan tambang batu bara yang telah jelas menimbulkan kerusakan, tetapi Pemerintah daerah tak ambil sikap tegas soal ini. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, hanya berucap prihatin dengan kasus kematian anak-anak di lubang tambang.
Sexy killer memberikan fakta betapa rusaknya pengolahan sumber daya alam di negeri ini. Membongkar fakta yang tak banyak rakyat tau bahwa ternyata perusahaan-perusahaan tersebut dimiliki oleh orang-orang penting di negeri ini. Dan dari hasil riset tim dokumenter film "sexy killer" telah menemukan, baik tim Jokowi maupun Prabowo punya kepentingan sama dalam industri batubara.
Itulah fakta yang terjadi ketika pengolahan Sumber Daya Alam negeri ini hanya dikuasi oleh para pengusaha kapitalis dan dilegalkan oleh para penguasa. Penguasa yang seharusnya bisa memberikan jaminan kesehatan dan perlindungan untuk rakyat malah bergandengan mesra dengan pengusaha untuk membunuh rakyatnya secara perlahan.
Inilah salah satu contoh pengelolaan SDA di dalam sistem demokrasi saat ini. Lalu bagaimana islam mengatur pengolahan Sumber Daya Alam?
Menurut aturan Islam, kekayaan alam adalah bagian dari kepemilikan umum. Kepemilikan umum ini wajib dikelola oleh negara. Hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat secara umum. Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu, swasta apalagi asing.
Di antara pedoman dalam pengelolaan kepemilikan umum antara lain merujuk pada sabda Rasulullah saw.:
الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ
Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, rumput dan api (HR Ibnu Majah). Api di sini bermakna barang tambang, baik batubara, migas, mineral dan hasil bumi lainnya.
Rasul saw. juga bersabda:
ثَلَاثٌ لَا يُمْنَعْنَ الْمَاءُ وَالْكَلَأُ وَالنَّارُ
Tiga hal yang tak boleh dimonopoli: air, rumput dan api (HR Ibnu Majah).
Terkait kepemilikan umum, Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan hadis dari penuturan Abyadh bin Hammal. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Abyad pernah meminta kepada Rasul saw. untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. Rasul saw. lalu meluluskan permintaan itu. Namun, beliau segera diingatkan oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, tahukah Anda, apa yang telah Anda berikan kepada dia? Sungguh Anda telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (mâu al-iddu).” Rasul saw. kemudian bersabda, “Ambil kembali tambang tersebut dari dia.” (HR at-Tirmidzi).
Sistem kapitalis yang kita pakai hingga saat ini ialah sistem yang bertujuan kemanfaatan atas kepentingan manusia yang berkuasa dan bermodal. Maka, timbullah fenomena-fenomena miris, khususnya di Negara-Negara Berkembang, dimana penduduk yang harus nya memiliki dan mendapat manfaat dari SDA hanya menjadi penonton kehancuran Negeri nya sendiri.
bagaimanakah solusi dari berbagai masalah ini? Tentunya, kembali menggunakan sistem yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Sistem buatan Allah SWT telah terbukti mengembalikan SDA yang ada di suatu daerah diserahkan kepada masyarakatnya, dengan Pemerintah atau Negara sebagai pengelolanya, dan hal itu bisa menjadikan kesejahteraan bagi rakyat nya. Dan inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.
Wallahu a’lam Bishshawab.

No comments:
Post a Comment