Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Liberalisme Jadi Momok, Generasi Kena Getahnya.

Wednesday, April 24, 2019 | Wednesday, April 24, 2019 WIB Last Updated 2019-04-24T09:18:54Z


Oleh: Indriana  
Pemerhati remaja

Gaes, biasanya nich momok itu identik dengan yang namanya hantu. Nah apa yang terbersit dalam benak kalian ketika mendengar kata hantu? Gentayangan, serem, menakutkan hiii... BTW gaes, kali ini kita bukan ngebahas soal hantu makhluk ghaib yang gentayangan. Tapi hantu yang satu ini lebih serem dari kuntilanak dan pocong yakni hantu liberalisme. Haaa apaan tuh??.

Liberalisme atau istilah lainnya adalah  ide kebebasan, di mana ide ini dibangun atas dasar sekulerisme yakni memisahkan agama dari kehidupan artinya agama tidak boleh mengatur urusan manusia. Agama hanya boleh mengatur urusan ibadah (sholat, puasa, zakat, sedekah, haji) itu artinya agama hanya di pandang dari sisi ritual saja, agama hanya mengatur urusan akhirat dan agama disingkirkan dari kancah kehidupan. Padahal gaes, agama mengatur semua lini kehidupan tidak hanya mengatur urusan ibadah saja tapi juga akhlak, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, politik bahkan hingga bangun negara.

Ide ini, muncul pada abad 18-19 M yang menjadi awal mula kebangkitan Barat. Nah hingga sampai saat ini hampir seluruh penduduk bumi merasakan seramnya Liberalisme. Nggak percaya? Lets check  this  out...

Gaes, secara tidak sadar telah berdampak pada generasi yang beradaptasi dengan gaya hidup Liberal dan dipengaruhi oleh budaya Barat. Secara perlahan ide ini sudah mengakar sehingga dapat mengubah cara pandang generasi bahkan dapat memperburuk. Bagaimana tidak generasi zaman now tidak ada batasan dalam pergaulan, berpakaian, bertingkah laku bahkan atas nama kebebasan mereka tidak malu lagi melakukan kemaksiatan. Seperti yang dikatakan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna "Belasan anak di bawah umur asal kampung Cipeuteuy Kelurahan Margawati Kecamatan Garut Kota ketagihan seks taklazim / menyimpang setelah nonton video porno" Minggu 14/4/2019 Viva.co.id

Semua ini merupakan proyek Barat untuk meliberalkan generasi, barat menggunakan media dan teknologi sebagai sarana untuk mempercepat sampainya pesan nilai kebebasan. Saat ini media memang merupakan alat yang paling dominan dan cepat. Faktanya saat ini situs-situs porno gampang diakses sehingga generasi bisa dengan mudah melihat konten porno seperti video, bacaan, meme yang berbau porno. Meskipun penguasa dalam hal ini Kemenkominfo melakukan upaya untuk memblokir situs porno sebanyak 2.784 di tahun 2014, tapi ternyata sebesar apapun upaya yang dilakukan tidak efektif karena pengguna internet masih dapat mengakses melalui berbagai cara walhasil konsumsi terhadap pornografi melalui dunia maya masih tetap tinggi.

Gaes, jika ide kebebasan terus dibiarkan maka akan menyuburkan kerusakan mental dan menghancurkan generasi secara masif. Ternyata ide kebebasan merupakan ancaman nyata buat kita semua, ide ini lebih serem dari pada hantu yang bergentayangan. Memang benar untuk menanggulangi ancaman pornografi diinternet tidak mudah selama tata kelola negara tidak didasarkan pada hukum syariat. Hanya Islam yang bisa menyelamatkan generasi dari ide kebebasan yakni dengan membentengi diri dengan pemikiran Islam yang kokoh, agar tidak terjangkiti ide kebebasan yaitu dengan mengkaji Islam secara kaffah.

Selanjutnya gaes, umat Islam harus bersatu untuk menyingkirkan ide ini dari benak kaum muslim dengan terus melakukan aktifitas amar ma'ruf nahi munkar. turus negara juga bertanggung jawab atas terancamnya generasi dengan menghentikan celah-celah yang akan menyuburkan ide kebebasan. Misalnya dengan menerapkan pendidikan dengan kurikulum Islam, penerapan sistem pergaulan Islam, menutup situs-situs porno, dan apapun yang berbau porno,  memantau media masa untuk selalu memberikan tayangan-tayangan yang mendidik. Dan yang pastinya negara menerapkan tatanan kehidupan Islam yang di dalamnya mengadopsi aturan Islam secara kaffah dengan begitu maka tidak akan ada lagi generasi yang menjadi korban atas nama kebebasan.

Wallahua'lam bishshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update