Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Emansipasi Kartini, Kau Salah Kaprah!!!

Wednesday, April 24, 2019 | Wednesday, April 24, 2019 WIB
Penulis : Hariza Masniari Gultom
(Member Forum Muslimah Peduli Umat)

Tanggal 21 April tentulah tak asing bagi kita khususnya kaum wanita. Adalah peringatan hari R.A Kartini, seorang pahlawan perempuan yang memperjuangkan emansipasi bagi wanita. Namun, benarkah?

Kebanyakan kaum wanita beranggapan bahwa sosok R.A Kartini adalah seseorang yang ingin memperjuangkan kesetaraan gender di antara kaum laki-laki dan perempuan. Padahal bukan itu sebenarnya.

Campur tangan penjajahlah yang sengaja memframingkan sosok R.A Kartini sebagai pahlawan emansipasi bagi wanita. Bertujuan untuk memuluskan proyek mereka yang saat ini sudah digencarkan di kalangan perempuan khususnya kaum muslimah dunia, yaitu feminisme.

Suatu proyek yang memang sengaja mereka ciptakan untuk memutarbalikkan fungsi wanita yang sesungguhnya, alhasil wanita saat ini tidak memahami lagi apa kodratnya sebagai seorang wanita yang sebenarnya.

Dan efek fatal dari itu semua yaitu tidak kokohnya lagi peran wanita sebagai istri dan ibu didalam keluarga, padahal wanita adalah "ummu wa robbatul bait", khususnya bagi keluarga muslim.

Kini akibat proyek barat tersebut Wanita menganggap dirinya berhak memiliki kesetaraan yang sama seperti halnya kaum pria dan itulah sebenarnya yang diinginkan oleh barat agar wanita tak fokus lagi pada kewajibannya.

Alhasil wanita menjadi objek eksploitasi dari orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan. Dan sudah berpuluh-puluh tahun lamanya hal ini menjadi salah kaprah bagi pemikiran kaum wanita.

Apabila kita pelajari lebih dalam lagi tentang sejarah perjuangan seorang R.A.Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan yang sebenarnya, bukanlah memperoleh kebebasan selayaknya kaum lelaki, melainkan beliau ingin perempuan tidak dibatasi aktifitasnya yang hanya berkutat dirumah saja akan tetapi mempunyai ruang gerak yang lebih luas lagi contohnya dalam hal menuntut ilmu.

Seperti firman Allah dalam Q.S Al Alaq ayat 1-5 :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Yang artinya :
1.Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2.Dia telah menciptakan manusia dari 'Alaq, 3.Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah, 4.Yang mengajar manusia dengan pena, 5.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.

Ketika Kartini bertanya kepada guru ngajinya yang bernama KH.Sholeh Darat mengenai makna dari isi Q.S Al Alaq ayat (1) iqra' yang artinya bacalah, apakah didalam ayat tersebut membaca hanya diperintahkan untuk kaum lelaki saja, dan Kyai tersebut menjawab tidak, semua manusia wajib membacanya (menuntut ilmu).

Dan seperti halnya dalam aspek-aspek yang lain selama masih dalam koridor islam tanpa harus melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya karena kelak dari seorang perempuanlah lahir para generasi Islam yang dapat mengguncang peradaban dengan ilmu-ilmu yang diperolehnya.

R.A Kartini pun ternyata ingin sekali lebih dalam mempelajari isi Al Qur'an namun sayangnya beliau tak sempat menyelesaikan kajiannya tentang Al Qur'an dikarenakan gurunya KH.Sholeh Darat telah lebih dulu meninggal dunia.

Setelah R.A Kartini mengetahui bahwa didalam kita suci Al Qur'an pun dijelaskan baik laki-laki dan perempuan ternyata diberikan hak yang sama sebagai hamba Allah untuk mengkaji ilmu, maka terbukalah pandangan beliau, tentang begitu sempurnanya islam.

Wallahu a'alam bishowab..

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update