Penulis : Supiani
(Cerpenis Remaja Muslim)

“Jadi, sampai di sini paham ya, Ukhty fillah. Sebagai Muslimah sudah semestinya kita menghindari aktifitas berdua-duaan, baik secara nyata ataupun maya. Paham kan?”

“Paham...” Serempak peserta kajian remaja menjawab.

Itulah kalimat penutup yang disampaikan oleh Zizi dalam acara bulanan dimana dirinya diamanahkan sebagai pemateri. Senyum terkembang di bibirnya, menampilkan kedua lesung pipi yang menghias digaris bibirnya. Gadis dengan tahi lalat di bawah mata kirinya itu semringah mendapati keriuhan semangat peserta kajian yang diisinya. Lelahnya terbayar sudah.
ooOoo

Sebulan belakangan tubuhnya divorsir dengan luar biasa. Pekerjaannya sedang banyak-banyaknya. Deadline tulisan juga menantinya. Fiuh, Zizi melemparkan tubuhnya ke ranjang bersprei batik merah. Ia beringsut meraih colokan pengisi daya ponsel di sampinga ranjangnya. Ponselnya mati. Ia berjalan ke kamar mandi sembari menenteng handuk, membersihkan tubuhnya yang beraroma tak menentu lagi.

Lelap langsung menyambut mata Zinnirah Arrumiyah, gadis ayu dengan mata sayu dan gigi gingsul itu. Deru nafas teratur langsung menjadi irama malam dalam membawanya ke alam mimpi. Memutuskan tidur lebih cepat, ia berniat bangun malam untuk menyelesaikan deadline tulisannya. Esok Senin, pekerjaan akan kembali menyambutnya.

ooOoo
 
Top