Tanah Datar, nusantaranews.net,-    Belasan pohon pelindung di sepanjang jalur dua, tepatnya didepan SMK Negeri 2 Batusangkar Kabupaten Tanah Datar diduga ditebang tanpa ada konfirmasi dengan Dinas Terkait, bukan itu saja, potongan-potongan pasca penebangan pohon pelindung tersebut berserakan diatas trotoar dan badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan dan trotoar, bahkan mirisnya sisa-sisa penebangan pohon tersebut dibakar. Sehingga menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat yang mempergunakan trotoar.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Batusangkar Drs. Syafren yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Nanang serta guru Jumat (15/3) saat dikonfirmasi di ruangannya mengatakan, "Benar kita yang melakukan penebangan pohon ini dan benar bahwa kita belum menyurati Dinas Terkat, namun kita sudah pernah izin kepada pak cap dinas Perkim LH" ucapnya kepada nusantaranews.membakar,

Disela pembicaran, Nanang Wakil Kepala SMK N2 Batusangkar tersebut mengatan bahwa "Nanti ini akan kita tebang semua karna sudah merusak trotoar dan agar terang sekolah kita ini ucapnya"

Saat hal ini dikonfirmasi kepada dinas Perkim-LH, Ir Dessy Trikorina didampingi Kabid Kawasan Pemukiman dan Pertamanan Utri Satria Putra ST. MT, mengatakan bahwa pihak SMK N2 Batusangkar sampai saat ini belum ada koordinasi dengan kami. Nanti akan kami tinjau kelapangan dan jika hal ini benar, pihak sekolah akan kami surati dan panggil agar dapat mempertanggungjawabkan hal itu.

Saat dikonfirmas ditempat berbeda kepada  Syafril (Cap) yang pernah menjabat sebagai Kasi Pada Dinas Perkim-LH Kabupaten Tanah Datar,  membantah keras atas ucapan Kepala Sekolah  SMK N2 yang menuding dirinya pernah memberi izin untuk penebangan pohon dijalur dua bukit gombak ini, asal ngomong saja itu kepala sekolah, saya tau dengan aturan, mustahil saya memberi izin tebang karna saya paham akan aturan, ini bisa saya bawa keranah hukum, pencemaran nama baik ini ucap syafril yang akrab disapa Cap ini kepada nusantaranews.net Jumat (15/3).

Debi (44) salah satu warga masyarakat dan juga anggota salah satu LSM ini mengecam keras sikap pihak sekolah yang melakukan penebangan dan membakar potongan-potongan pohon pelindung tanpa koordinasi dengan pihak terkait, ini benar-benar sebuah corengan, disaat pemerintah  sedang gencar-gencarnya menggalakan penanaman pohon sebagai paru-paru bumi, kepala sekolah ini seenaknya saja menebang pohon-pohon pelindung tersebut, bahkan membakarnya, ini tidak bisa dibiarkan, kita akan perkarakan hal ini dan akan kita gandeng LSM-LSM Pecinta lingkungan yang ada dipulau sumatera ini, ucapnya tegas kepada nusantaranews.net Jumat (15/3) dan ini benar-benar sangat tidak mendidik sama sekali, tidak pantas dia menjadi seorang guru apalagi kepalas sekolah.
*simon*

0 komentar:

 
Top