Penulis : Silpianah 
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Baru-baru ini dunia gawai diramaikan oleh suksesnya penayangan film `Dilan 1991.` Euforia masyarakat terutama anak-anak muda begitu membeludak. Dilan kini menjadi sosok idola baru bagi anak muda masa kini.

Max Pictures mengumumkan film 'Dilan 1991' di hari pertama penayangannya berhasil mendapatkan 800 ribu penonton dan menjadi sejarah baru bagi perfilman Indonesia. CNN Indonesia (01/03/2019)
Pada hari pertama penayangan spesial di Bandung, tanggal 24 Februari ditetapkan sebagai hari Dilan. Bahkan penetapan hari Dilan tersebut disambut baik oleh gubernur Jawa Barat.

Tidakkah mereka menyadari dibalik eoforia yang begitu besar, ada generasi muda yang terancam? Adanya film Dilan yang meyuguhkan bebasnya pergaulan, mempertontonkan adegan-adegan yang tak pantas, justru akan merusak moral generasi muda. Tapi pemerintah justru mendukung bahkan dipromosikan besar-besaran.

Pergaulan bebas dan kerusakan moral di Indonesia sangat memprihatinkan. Masyarakat Indonesia teracuni oleh gaya perilaku liberal yang menjunjung kebebasan berperilaku tanpa mau terikat dengan aturan. Kurangnya penanganan yang solutif dari pemerintah bahkan pemerintah justru mendukung tontonan-tontonan yang tidak mendidik justru akan meningkatkan pergaulan bebas di negeri ini.

Siapa yang bertanggung jawab akan hal ini jika bukan pemerintah? Pergaulan bebas serta kerusakan moral merupakan konsekuensi atas diterapkannya sistem demokrasi. Demokrasi tidak menjadikan agama sebagai sumber hukum. Agama hanya dipandang untuk mengurusi hal ibadah saja. Begitupun dalam urusan mengurusi masyarakat, agama tidak boleh dibawa-bawa. Urusan publik ditangani dengan aturan-aturan buatan manusia. Wajar jika pemerintah hari ini tidak berpegang berdasarkan aturan sang pemberi hidup. Padahal jelas Allah menciptakan mahluknya  lengkap dengan pedoman hidup.

Hanya Islam yang mampu menyelesaikan segala problematika hidup. Sebab Islam memiliki aturan yang sempurna yang berasal dari Sang Pencipta. Aturan Islam sempurna dan paripurna tertuang di dalam Alquran dan Assunnah.

Berikut adalah solusi yang ditawarkan oleh Islam dalam menyikapi pergaulan bebas :

Meningkatkan ketakwaan individu
Ketakwaan yang tertanam pada setiap individu dalam masyarakat mendorong setiap individu mengontrol setiap tingkah lakunya sehingga tidak akan pernah bertentangan dengan aturan-aturan Allah. Maka menjadi tanggung jawab setiap orang untuk membentengi keluarga dengan pemahaman agama yang kuat.

Masyarakat yang beramar ma`ruf nahi munkar
Merebaknya pergaulan bebas bisa jadi karena diamnya masyarakat dalam menyikapi perkembangannya. Maka terbentuknya masyarakat yang mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkaran merupakan sebuah urgensi. Masyarakat tidak boleh tertidur atas pergaulan bebas yang meresahkan. Masyarakat harus bergerak melawan semakin gencarnya pergaulan bebas di negeri ini. Untuk itu sudah seharusnya masyarakat tidak mendukung adanya promosi besar-besarnya tontonan yang bisa merusak moral generasi muda.

Negara sebagai pelaksana hukum
Pergaulan bebas yang terjadi di masyarakat, perzinahan, aborsi, pelecehan seksual serta kejahatan seksual lainnya tak hanya wujud kerusakan moral tetapi juga bentuk perlawanan terhadap hukum-hukum Allah. Untuk itu kedudukan negara sangatlah penting dalam penegakan hukum yang Allah turunkan. Aturan-aturan Allah jauh lebih sempurna dari aturan yang dibuat manusia. Maka kembali kepada islam kaffah adalah solusi atas problematika yang ada. Islam tak hanya mengatur dalam hal ibadah tetapi juga mengatur dalam hal pergaulan, muamalah, ekonomi, pemerintahan, social, politik dan seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk dalam hal pergaulan bebas.

Maka kembali kepada Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah adalah keniscayaan, semua problematika umat bisa diselesaikan dengan tuntas. Wallahu 'alam bish shawab.

0 komentar:

 
Top