MENTAWAI – Kepala keluarga yang terdaftar dalam keluarga kurang mampu Bapak Jainuddin (67) salah satu warga Dusun bukit subur Desa Bukit Pamewa kecamatan sipora utara.

Petani petai ini mengakui sudah lama ingin mempunyai jamban di rumah, selama ini kita membuang hajat di sungai, karena kebutuhan tinggi tidak sanggup membeli fasilitas jamban, kata Jainuddin di Bukit Pamewa,

Adanya bantuan pembuatan jamban dari program TMMD, kita sangat bersyukur dan terima kasih kepada TNI, bahkan dalam kondisi cuaca mendung di sertai hujan parjurit TNI tak surut semangat untuk terus menyelesaikan pekerjaan.

Jainuddin yang berprofesi sebagai petani ini sedikit mengisahkan hidupnya harus bertaruh menghidupi keluarganya agar asap dapur mengepul, setiap harinya ia harus menuai petai untuk di jual demi memenuih kebutuhan hidup.

Untuk mengantungkan hidup dari hasil petai, memang memiliki suka dan duka tidak mengenal waktu. Hal itulah yang dirasakan bapak Jainuddin yang mengantungkan hidupnya dari petani petai.

Bapak dari  lima anak ini mengakui memenuih kebutuhan hidup tidak hanya fokus sebagai petani petai namun selain itu juga mengais rejeki di luar ketika ada waktu luang untuk menambah penghasilan, walaupun tubuh sudah keriput tapi tetap bertaruh untuk keluarga.

Sementara Kepala Desa Bukit Pamewa, Amrizon mengatakan, pembuatan jamban bagi keluarga kurang mampu patut di berikan apresiasi kepada satgas TMMD untuk membantu masyarakat setempat.

Pasalnya untuk mengejarkan target pembangun jamban, kata Amrizon satgas TMMD rela habiskan waktunya bersama masyarakat untuk membantu keluarga kurang mampu, dalam kondisi cuaca kurang baik namun tetap berjalan dengan semestinya.

Disini kita melihat keikhlasan prajurit TNI membantu masyarakat, bukan hanya dalam perang saja tetapi peduli dengan kondisi daerah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu untuk mewujudkan pembangunan daerah, tukasnya (Ers).

 
Top