JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga membeberkan bahwa ada yang tidak beres pada Kementerian Agama.

Menurut Mahfud MD, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak berdaya untuk menghadapi oknum-oknum yang ada di Kemetrian Agama.

"Ini juga saya sudah sampaikan Kementerian Agama, Menteri Agamanya juga kurang berdaya menghadapi orang-orang ini, saya sudah laporkan ini agar ditertibkan secara administrasif hanya tinggal waktu," kata Mahfud MD.
Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin, yang ditangkap KPK, baru dilantik Menag Lukman Hakim Saifuddin pada tanggal 5 Maret 2019. Dalam pelantikan itu, Lukman mengingatkan Haris untuk menjaga integritas.

Hal yang tak wajar itu menurut Mahfud MD adalah soal penentuan jabatan di Kementrian Agama.

"Penentuan jabatan banyak yang tidak wajar, orang dipindah mendadak, orang yang menang pemilihan jadi tidak diangkat, ada tangan lain yang menentukan, bukan Menteri Agama, politik," kata Mahfud MD.

"Betul, nanti KPK yang akan menjelaskan itu, kasusnya banyak ini kalau berantai, dan saya sampaikan ke eksekutif juga ini gak bener lambang agama ini timbulnya jadi begini," tambah Mahfud MD.

"Kepada saudara yang baru saja dilantik, saya titipkan untuk senantiasa menjaga nama baik Kementerian Agama," pesan Lukman.

Kini Haris tengah diperiksa KPK setelah ditangkap pada Jumat tadi pagi. Dia ditangkap bersama Ketum PPP Romahurmuziy. Ruangan Menag Lukman Hakim juga disegel oleh KPK.

Profesor Mahfud MD ternyata mengaku sudah tahu sejak lama KPK mengincar Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy. Adapun Romahurmuziy terjaring OTT KPK di Sidoarjo.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pendukung Capres Jokowi itu di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (15/3/2019) pagi.

Mahfud MD bercerita beberapa waktu lalu pernah mengingatkan Romahurmuziy telah masuk dalam daftar incaran KPK.

Itu terjadi ketika Mahfud MD bertemu Romahurmuziy di Hotel Dharmawangsa, Jakarta . Saat itu, ia membicarakan soal penangkapan KPK.

" Saya sudah pernah bilang pada dia ( Romahurmuziy, red) karena ribut-ribut kan saya tampil di ILC. Saya bilang tentang terkait dia dua hari kemudian ketemu di Dharmawangsa, dia bertanya soal itu apa betul Rommy teridentifikasi di KPK, saya ditanya apa Mahfud melaporkan itu ? Saya tau dari KPK. Soal waktu aja, waktu aja, tengah malam," kata Mahfud MD dikutip dari wawancaranya di TV One, Jumat (15/3/2019) sore.

Setelah diberitahu soal identifikasi KPK ini, Mahfud MD mengatakan Romahurmuziy memeluknya.

"Kita berpelukan anggap saja bersaudara," kata Mahfud MD.

Mahfud MD menegaskan bahwa sama sekali tak pernah melaporkan Romahurmuziy ke KPK dalam kasus apa pun.

Mahfud MD mengaku tahu bahwa Romahurmuziy masuk ke dalam daftar KPK karena diberitahu oleh KPK.

"Sejauh menyangkut KPK, saya nggak perlu melaporkan saya baca KPK tentang orang-orang kok Mahfud diam saja, saya tau dari KPK untuk apa saya melaporkan lagi," kata Mahfud MD soal penangkapan Romahurmuziy.

0 komentar:

 
Top