Penulis : Nur Fitriyah Asri

Saat seruan penegakan Khilafah makin gencar dan sambutan umat pun makin besar, gaungnya
membahana di penjuru dunia. Membuat marah dan geram kafir penjajah dan antek-anteknya. Karena mereka meyakini bahwa Khilafah akan kembali tegak dan bisa mengancam eksistensi (keberadaan) mereka sebagai imperialis penjajah. Oleh karena itu, segala daya upaya dikerahkan untuk membendung tegaknya kembali Khilafah.

Sudah menjadi sunatullah semakin dekat Khilafah tegak, maka gesekan-gesekan itu terasa semakin hebat.
Mulut-mulut jahat mereka dengan lancangnya menuduh Khilafah membahayakan,  menghancurkan kebhinekaan, menimbulkan pertumpahan darah dan penyebab terjadinya perang. Barat senantiasa memberikan stigma buruk sejak runtuhnya gedung WTC tanggal 11 September 2001, Islam sebagai pihak tertuduh pelaku terorisme. 

Selaku komandan, Amerika Serikat menghimbau negara-negara dunia termasuk Indonesia untuk bersama-sama memerangi terorisme secara global (Wor On Terorism). Nampaknya strategi busuk mereka sudah tercium dan umat Islam sadar bahwa sesungguhnya teror itu tidak ada, tapi merupakan skenario dan propaganda Barat imperialis. Sejatinya  mereka sendirilah yang menciptakan teror di mana-mana.

Lebih kejam lagi, Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush dan Tony Blair (Perdana Menteri Inggris), telah memvonis Islam sebagai "Ideologi Setan" yang diamini dan didukung oleh para pemimpin, politikus, akademisi, ulama dan masyarakat barat umumnya (eramuslim.com.30/3/2006).

Menurut mereka ciri-ciri ideologi setan tersebut, adalah:

1. Menolak legitimasi Israel.

2. Memiliki pemikiran bahwa syariah adalah dasar hukum Islam.

3. Kaum muslim harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khilafah.

4. Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal (kebebasan) dari Barat.

Siapapun yang memiliki pemikiran tersebut digolongkan sebagai ekstrimis/radikal/teroris yang harus diperangi. Untuk menyempurnakan skenario dan propaganda tersebut, kemudian Barat membentuk Islam Moderat.

Nampak jelas bahwa opini penyesatan tersebut telah diadopsi oleh negeri ini untuk memusuhi Khilafah dan pejuangnya. Dengan memberangus melalui Pencabutan UU BHP tanpa melalui proses hukum, yang dibenturkant dengan Pancasila, kebhinekaan dan lainnya

Ketakutan mereka luar biasa, dengan mengintimidasi negeri-negeri muslim supaya memerangi individu-individu, kelompok-kelompok, ormas Islam, parpol yang mendukung dan memperjuangkan diterapkannya Syariah dan Khilafah.

Semua cara dihalalkan, fitnah-fitnah keji mempersekusi para da'i, para kyai, mengkriminalisasikan para ulama, menuduh radikal, teroris, semua itu  untuk menciptakan islamophobia yaitu menjauhkan umat Islam supaya takut dan tidak percaya pada agamanya serta tidak berani ikut memperjuangkan tegaknya Khilafah.

Mereka sangat  membenci umat Islam, seperti firman Allah: 

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS al-Baqarah [2]: 120; teks terjemahan versi Kemenag)

Mereka tidak sadar kalau dibalik semua itu ada skenario jahat yang dilakukan Barat untuk mengadu domba umat Islam atau mungkin mereka menjadi bonekanya sehingga patuh kepada arahan tuannya yaitu Amerika Serikat. Padahal Allah telah memperingatkan melalui firmannya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” (QS:3:118).

Walaupun musuh-musuh Islam bersatu-padu, bergandengan tangan untuk menghadang, menyerang dan berusaha menghancurkan, Khilafah akan tetap berdiri tegak karena janji Allah. Allah berfirman:

وَعَدَ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡکُمۡ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ کَمَا اسۡتَخۡلَفَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ۪ وَ لَیُمَکِّنَنَّ لَہُمۡ دِیۡنَہُمُ الَّذِی ارۡتَضٰی لَہُمۡ وَ لَیُبَدِّلَنَّہُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ خَوۡفِہِمۡ اَمۡنًا ؕ یَعۡبُدُوۡنَنِیۡ لَا یُشۡرِکُوۡنَ بِیۡ شَیۡئًا ؕ وَ مَنۡ کَفَرَ بَعۡدَ ذٰلِکَ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ

Artinya:
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.
Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.
Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (QS. An Nur:55).

Demikian juga Rasulullah SAW juga mengabarkan bahwa Khilafah akan tegak kembali.

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللّٰهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللّٰهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللّٰهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللّٰهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللّٰهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ» ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian ada zaman Kenabian. Atas kehendak Allah zaman itu akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian. Khilafah itu akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkat Khilafah itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (pemerintahan) yang zalim. Kekuasaan zalim ini akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (pemerintahan) diktator yang menyengsarakan. Kekuasaan diktator itu akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan muncul kembali Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian.” (Hudzaifah berkata): Kemudian beliau diam(HR Ahmad dan al-Bazzar).

Masihkah menuduh Khilafah utopis, menuduh Khilafah membahayakan? Sungguh lancang benar mulut-mulut besar mereka dengan beraninya menghina dan menantang Allah. Naudzubillahi min dzalik. Hidup adalah pilihan, hanya orang-orang beriman yang ikhlas akan memperjuangkannya.  Tanpa perjuangan kita pun Khilafah akan tetap tegak kembali. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Wallahu 'alam bish shawab.


*Penulis aktif di Ormas Islam BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim Jember) sebagai Koordinator Bidang  Dakwah. Member Akademi Menulis Kreatif (AMK) dan juga penulis buku "Senja Di Jalan Dakwah".
 
Top