Penulis : Etti Budiyanti
Komunitas Muslimah Rindu Jannah dan Member Akademi Menulis Kreatif

Alhamdulillah, saat mencermati fenomena artis hijrah. Senang rasanya menyaksikannya. Seolah ini pertanda kemenangan Islam sudah di pelupuk mata. Spirit menerapkan Islam secara kaffah mulai tampak nyata. 

Apalagi ketika menyaksikan spirit Bela Tauhid 212.Tidak ada kekuatan apapun yang bisa menggerakkan, menghimpun dan menyatukan 8-10 juta umat manusia, mulai dari yang tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan, muslim, non muslim, rakyat jelata, pejabat hingga selebriti, kecuali Allah SWT dengan suatu ikatan. Satu perasaan dan satu pemikiran, sebagai bentuk ketidaksetujuan atas pembakaran bendera tauhid.

Begitulah, kekuatan sebuah spirit (semangat). Tetapi apakah hanya dengan modal spirit saja bisa membangkitkan umat hingga menjadikan Islam sebagai ideologi?

Islam Ideologis
Sebagai makhluk sosial, manusia akan berinteraksi dengan manusia lain dengan suatu ikatan. Ikatan ini bisa membangkitkan umat, tapi ada pula yang tidak. Ikatan tersebut adalah ikatan patriotisme, kebangsaan, kemaslahatan, kerohanian dan ideologis.

Ikatan patriotisme, merupakan ikatan yang mengalami kemunduran berpikir. Ini terjadi pada manusia yang membentuk ikatan dengan orang lain berdasarkan naluri mempertahankan diri (gharizah baqa') yang selalu ingin mempertahankan diri, mempertahankan tempat ia tinggal dan hidup. Ikatan ini tampak atau muncul ketika ada serangan atau penjajahan. Bila tidak ada serangan, ikatan ini akan hilang. Ikatan ini tidak akan membangkitkan umat.

Ikatan nasionalisme, prinsipnya mirip dengan patriotisme hanya lebih luas. Agar ia bisa berkuasa, maka manusia pada ikatan ini didominasi oleh hawa nafsu dan permusuhan. Ikatan ini bertumpu pada emosi naluri yang berubah-ubah dan tidak alami. Ikatan ini pun tidak mampu membangkitkan umat.

Adapula yang namanya ikatan kemaslahatan. Apabila maslahat sudah tercapai, maka ikatan ini hilang. Contoh kepanitiaan  acara agustusan. Ketika acara selesai, ikatan akan hilang.

Ikatan lainnya adalah ikatan kerohanian, seperti kelompok pengajian yang tidak memiliki suatu aturan. Kelompok ini hanya mengkhususkan ibadah saja, tanpa memikirkan aspek lain. Sehingga begitu acara kajian bubar, maka bubar pula ikatan anggotanya. 

Keempat ikatan tersebut sangat rapuh, mudah bubar ikatannya, Satu-satunya ikatan yang layak, tidak rapuh dan benar sebagai ikatan untuk mengikat hubungan antara sesama manusia, baik individividu, masyarakat maupun negara adalah ikatan ideologis. Ikatan yang berdasarkan ideologi atau akidah. 

Di dunia ini ada 3 ideologi yaitu komunisme, kapitalisme dan Islam. Ketiganya bisa memberikan pemikiran akidah universal, terlepas dari benar dan tidaknya ide dan solusi yang ditawarkan. Ketiganya bisa menjawab dari mana kita hidup, untuk apa hidup di dunia dan ke mana setelah hidup di dunia. 

Komunisme memandang tak ada keterkaitan antara kehidupan sebelum dunia, dunia dan sesudah dunia. Menurutnya manusia berasal dari materi dan akan kembali menjadi materi. 

Kapitalisme memandang ada pencipta sebelum kehidupan di dunia dan akan kembali ke surga. Tak ada kaitan kehidupan dunia dan akhirat, hingga tak ada istilah hisab.

Islam memandang ada keterkaitan antara kehidupan sebelum di dunia, kehidupan di dunia dan kehidupan sesudah dunia. Sang kholik yang menciptakan aturan hidup di dunia untuk dipakai dalam kehidupan dunia, dan manusia akan kembali ke pencipta dengan dua pilihan yaitu surga atau neraka. Surga untuk mereka yang menjalani kehidupan dunia sesuai aturan Allah, sebaliknya neraka bagi para pelanggar aturan Allah. Hingga ada istilah hisab.

Demikianlah, ketika Islam dijadikan sebagai ideologi atau pandangan hidup, mengandung konsekuensi mau menjalankan aturan yang dibuat oleh Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur. Karena Islam adalah ideologi yang berasal dari langit dan harus diterapkan secara kaffah dalam kehidupan, sesuai dengan perintah  Allah SWT :

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (TQS. Al Baqarah [2]: 208).

Islam butuh diterapkan secara kaffah. Bukan dipilih berdasarkan keinginan atau manfaat, tetapi karena ini adalah perintah Allah SWT. Hingga Islam bukan hanya sekedar spirit, akhlak ataupun simbol saja. Tetapi Islam kaffah adalah menyangkut hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah), hablumminannafs (hubungan manusia dengan dirinya sendiri), dan hablumminannaas (hubungan manusia dengan manusia). Bila Islam kaffah diterapkan dalam tataran individu, masyarakat dan negara, in syaa Allah kemenangan akan diberikan oleh Allah SWT sesuai dengan janjiNya, dalam surat An Nur 55 : 

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereja berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (TQS. an Nur [24]: 55).
Wallahu a'lam bishshowwab.
 
Top