Penulis :Susi Maryam Mulyasari, S.Pd.i
(Aktivitis Pemerhati Remaja dan Ibu Rumah Tangga)

Janji manis dari para kandidat capres dan cawapres terlontar begitu mudah, perang visi dan misi serta program apa yang akan diterapkan sesekali muncul pada waktu kampanye. Hal ini lumrah dilakukan di tahun kampanye. 

Pihak petahana yang memilki pengalaman di dalam pemerintahan, hal yang sering dilontarkan adalah program-program yang menurut mereka pro terhadap rakyat, untuk menambah kesan bahwa petahana serius di dalam mengurus rakyat sesekali menyampaikan data statistika yang menunjukan perkembangan positif walaupun banyak data yang harus di kritisi karena terkadang apa yang disampaikan tidak sesuai dengan realita.

Boleh para calon capres dan cawapres berlomba-lomba untuk menarik simpati rakyat, namun perlu kita garis bawahi, bahwa problematika yang melanda negeri ini berpangkal dari penerapan sistem demokrasi sekuler yang meniadakan peran agama sebagai aturan yang mengatur kehidupan. Sistem ini yang melahirkan para pejabat bermental korup dan serakah.Hasilnya kondisi negeri ini tidak akan pernah berubah menuju kearah lebih baik, karena mencampakkan  aturan Allah SWT.

Karena itu perubahan akan terjadi apabila sistem demokrasi diganti oleh sistem Islam.  Oleh karena itu sudah saat nya kita berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah, karena tanpa adanya khilafah kondisi umat tidak akan berubah, melainkan kondisinya tambah parah.

Maka benar, seperti apa yang difirman kan oleh Allah SWT :
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf:96)

Islam memiliki mekanisme yang jelas di dalam memilih pemimpin.  Pemimpin dipilih bukan hanya sebatas memiliki kepribadian yang baik, ramah, sopan, sederhana dll, melainkan yang memilki ketakutan kepada Allah SWT, sehingga cerminan dari rasa takut kepada Allah SWT adalah penerapan sistem Islam di dalam kehidupan ini, karena kepemimpinan dalam Islam adalah amanah dan pemimpin bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Oleh karena itu di tahun pemilu ini, kita dukung dan pilih pemimpin yang bertaqwa dan berani menerapkan Islam secara kaffah.
Wallahu alam bishowab.

 
Top