Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Apa Benar Tidak Adalagi Pemimpin Muslim Yang Tegas ?

Saturday, March 30, 2019 | Saturday, March 30, 2019 WIB Last Updated 2019-03-30T11:36:41Z
Penulis : Dian Novita

Pasca penembakan brutal di Dua Masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru). Penembakan dilakukan saat menjelang shalat jum'at, dan menewaskan 49 orang. Kepolisian Selandia Baru menyebut penembakan brutal itu direncanakan dengan sangat matang.

Dalam kasus brutal dan biadab ini, senator Australia, Fraser Anning malah menyalahkan imigran muslim atas teror di Christchurch, New Zealand ( Selandia Baru ).

Anning yang di kenal kontroversional menyebut penembakan massal yang dilakukan Brenton Tarrant dan sejumlah pelaku lain itu menyoroti meningkatnya ketakutan atas bertambahnya keberadaan muslim.

Anning yang mewakili negara bagian Queensland di senat Australia itu,berkomentar lewat serangkaian cuitan di twitter.

Perlu di ketahui alasan mengapa sang pelaku sangat berani melakukan tindakan biadab tersebut terhadap umat muslim, mengapa?
Karena Ia yakin bahwa tiadanya sang perisai (pelindung) untuk umat muslim, tiadanya sang pemimpin muslim yang berani dengan tegas dan siap siaga dalam melindungi dan membela umat muslim, menjaga jiwa dan raga setiap umat muslim.

Dan pakta ini terbukti kebenarannya, seakan - akan dunia terasa bungkam, tidak perduli, tidak mau tahu, dan bahkan menutupi kasus ini dengan sangat rapat seakan tidak terjadi apa - apa.

Begitu pula yang dilakukan oleh seorang penguasa muslim, di negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar, di Indonesia ini.

Yang mereka takuti bukan lagi Allah Subhanahu wa ta'ala yang Maha kuasa. Namun, yang mereka takuti adalah Asing dan Aseng. Itulah yang mereka lakukan demi iming - iming materi dan kebahagiaan dunia yang fana ini.

Sekarang begitu mudah negara kafir Barat menjajah. Menjajah kekayaan alam kita, menjajah pemikiran umat islam, bahkan menumpahkan darah umat islam dengan sewenang - wenang dan dzolim.

Keberpihakan sang penguasa di negeri ini begitu jelas terlihat membela sang negara kafir penjajah. Ini adalah buah dari Sistem Kapitalis sekuler, Sistem dzolim yang memisahkan agama dari kehidupan, Sistem yang di emban oleh kafir barat.

Mungkin jikalau seorang muslim yang melakukannya dan orang kafir sebagai korbannya, maka hal ini akan di anggap sebagai masalah besar, dan akan tiada henti - hentinya awak media akan membahasnya.

Jika keadaaanya seorang muslim sebagai korban dan orang kafir sebagai pelakunya, maka mereka seakan bungkam seribu bahasa.

Di Negeri kita yang mayoritas dengan jumlah penduduk muslim terbesar ini, malah terjadi berbagai tuduhan - tuduhan yang amat keji yang di tuduhkan kepada Islam. Islam dianggap radikal, islam dianggap teroris, islam dianggap berbahaya, dan berbagai macam tuduhan lainnya yang begitu amat buruk. Hal ini di tujukan untuk mewujudkan Islamophobia terhadap umat. Terlebih pada orang - orang yang menyerukan ide khilafah. Padahal khilafah adalah sistem terbaik untuk umat, khilafah merupakan bagian dari Ajaran islam. Sistem yang menjamin ketaqwaan individu, sistem yang menjamin kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan terhadap umat, dan sistem yang sangat menjaga setiap jiwa manusia.

Kini Allah Subhanahu wa ta'ala telah menunjukkan siapa teroris yang sebenarnya. Bagaimana teroris yang sebenarnya, yang tiada lagi kelembutan dihatinya dan tiada lagi memiliki rasa kemanusiaan, yang disebabkan oleh membuncahnya kebencian di dalam dirinya.

Perlu berapa banyak lagi darah yang menetes, jiwa yang terancam, dan negeri - negeri yang harus terbantai, untuk kita menyadari bahwa ini bukan sekedar pembantaian keji yang di lakukan oknum tak punya hati.

Bagi islam, pertumpahan darah kaum muslimin bukanlah persoalan hal yang remeh.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda :

" Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim. "
(HR. An - Nasai ).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

" Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya." ( Q.S. An - Nisa : 93 ).

Palestina, Gaza, Suriah, dan Uighur, mereka semua menjerit meminta pertolongan, jiwa mereka dan nyawa mereka terancam, mereka tersiksa dan teraniaya setiap waktu, disebabkan oleh ulah kekejaman kafir Barat yang menjajah kaum muslimin setiap saat.

Oh Dimanakah pemimpin muslim? Kenapa bungkam?
Wahai para pemimpin muslim, perlu berapa banyak nyawa lagi yang menghadap kepada-Nya akibat pembantaian untuk kemudian kita bangkit melawan mereka?
Tangis dan jeritan mereka tiada henti sampai saat ini.

Tak banyak kata yang sanggup keluar dari mulut kami, selain tangis kami di kala sepi dan selain doa - doa yang kami langitkan dalam setiap shalat kami. Tak banyak harap yang kami damba, selain islam sampai pada puncak kejayaannya, selain pemimpin yang mengayomi seluruh rakyatnya.

Tugas seorang imam atau khilafah itu harus bisa memberikan rasa aman atas urusan dunia dan agamanya ( atas penyimpangan ) akibat dari serangan musuh - musuh islam baik dari kalangan kafir ataupun dari kalangan orang - orang munafik.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda :

" Sesungguhnya al - imam itu ( laksana ) perisai, di mana ( orang - orang ) akan berperang di belakangnya ( mendukung ) dan berlindung ( dari musuh ) dengan ( kekuasaannya ). " HR. Bukhari dan Muslim.

Kini khalifah itu telah tiada, khalifah yang mengayomi umat, khalifah yang selalu melindungi umat, dan menjaga setiap jiwa umat layaknya sebuah perisai.

Sejah runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah, 3 Maret 1924, umat islam tercerai berai menjadi lebih dari 50 negara bangsa yang membuat umat islam lemah.

Akibatnya umat islam seperti anak ayam yang kehilangan induk mereka, rentan terhadap serangan musuh, rentan terhadap berbagai ancaman dari musuh - musuh islam, tiadanya persatuan umat.

Kejadian pembantaian ini akan terus berulang selama khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian belum berhasil di kembalikan.

Kembalinya kekhilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian merupakan janji Allah subhanahu wa ta'ala.
Banyak hadist nabi yang mengabarkan bahwa kekhilafahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Menghalangi tegaknya khilafah adalah suatu kemustahilan, mengahalangi tegaknya khilafah sama saja ibarat menghalangi terbitnya fajar di pagi hari, sehebat apapun usaha manusia yang pasti ia tidak akan mampu mengalahkan kuasa Allah subhanahu wa ta'ala.

Tidak ada yang bisa menjaga dan melindungi umat islam kecuali khilafah.
Dengan khilafah seluruh syariat islam bisa ditegakkan.
Dengan khilafah seluruh umat islam di persatukan.
Dengan khilafah kekayaan umat islam di jaga.
Dengan khilafah negara - negara islam yang sekarang di jajah bisa di bebaskan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update