Aceh Timur-NusantaraNews, salah satu warga desa seunebok saboh kecamatan pantee bidari kabupaten aceh timur yang merupakan seorang mantan dari perjuangan aceh merdehka  yang bebas dalam bermasyakat didesa tempat tinggalnya di desa seunebok saboh (tidak naik gunung) katanya agar bisa mencari informasi dan makanan untuk para pejuang-pejuang yang berada dihutan dari tahun 1990 sampai tahun 2005 yang berakhir dengan adanya pasca perdamain (MOU) di helsenki 15 agustus tahun 2005 silam. 
M.yunus juga bercerita kisah pahitnya kepada media ini, masa konflik aceh dulu yang berbagai macam cara dia upayakan agar bisa dia pertahankan hidupnya bersama keluaga dan rekan rekan seperjuangannya di dalam hutan  bisa dibantu dalam berbagai bentuk katanya,
walau harus menanggung beban yang berat dari aparat yang bertugas operasi militer masa itu. 

Lanjutnya meskipun kena pukul sama TNI waktu dipanggil ke pos yang namun tidak pernah dia tunjukin keberadaan para gerakan aceh merdeka (GAM) satu pun pada masa itu saat di tanya oleh TNI, kadang disuruh nginap/ tinggal didepan pos kenang M yunus masa itu.

Walaupun begitu pahit perjuangan m yunus ini siap menjalaninya agar hidup bersama keluarga bisa bebas di dalam bermasyarakat, dan bisa mencari makan untuk kebutuhan sehari-harinya.

 Lebih lanjut M.yunus tiap hari harus melapor ke pos terdekat karena anak pertamanya yang diduga terlibat meneruskan perjuangan aceh merdeka dihutan hingga rumahnya pun ikut terbakar masa itu pada tahun 2002 katanya, oleh sebab itu lah m ynus kena panggil dan melapor ke pos dan selalu kena pukul saat ditanya dimana keberadaan putra pertamanya itu dan para pejuang-pejuang yang lainnya dan pak ynus selalu menjawab tidak tau dan tidak tau berulang ulang kali katanya. 

selanjutnya setelah adanya perjanjian perdamaian antara gerakan aceh merdehka (GAM) dengan tentara negara indonesia (TNI). m ynus juga aktif dalam anggota tim 18 partai aceh  semenjak berdirinya partai aceh pada tahun 2008 hingga sekarang beliau belum berniat untuk minggat  dari partai lokal tersebut, dan sudah 2 priode partai lokal ini sukses mengirimkan perwakilan ke dalam parlemen baik itu untuk DPRK maupun DPRA yang umumnya kebanyakan kadernya yang dikirim dari para mantan kombatan gerakan aceh merdeka (GAM) ironisnya m ynus ini belum pernah tersentuh sedikit pun bantuan dalam bentuk apapun dari pada mereka. dan kini beliau terbaring sakit dalam tikar tidak bisa berjalan lagi karena lemah akibat penyakit yang di derita selama ini di tubuhnya, setelah beberapa hari dilakukan  rawat inap di RS graha bunda idi rayek dan semenjak beliau keluar dari rumah sakit graha bunda idi rayek tanggal 9 feb 2019 sampai sekarang kondisinya belum maksimal,

bahkan untuk mencari berbagai kebutuhan hidupnya sehari-hari pun sangat sulit sekali. Kini m ynus hanya mampu berdoa dan berharap agar ada dari rekan rekan seperjuangannya yang kini hidup mewah dan sukses agar bisa membantu meringankan beban yang dihadapinya, 

dia Juga sangat  mengharapkan perhatian dan uluran tangan dari para politisi-politisi atau kader-kader dari partai aceh yang selama ini menjabat dalam parlemen tutupnya dengan nada sedih.(..)
 
Top