nusantaranews ~ Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Umum Rakyat Basuki Hadimuljono bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Kepala Dinas PU Sumbar Ir. Suprapto serta rombongan lainnya melakukan tinjau lapangan terhadap beberapa pembangunan Irigasi Kuranji, Shelter, dan Normalisasi Batang Anai.
Pada tinjauan pembangunan bendungan irigasi batang tarusan di Barung Barung Belantai kecamatan Koto XI Tarusan yang didanai APBN sebesar Rp. 106 miliar, ternyata masih terkendala. Hal ini disebabkan masih adanya pihak yang bersengketa pada lahan yang akan dibangun tersebut.
Basuki mengakui, memang pembangunan bendungan irigasi sudah lama diproses karena terkendala pembebasan lahan. Namun setelah pengerjaan mulai dilakukan, juga masih terkendala karena adanya pihak yang bersengketa masalah lahan di lokasi pembangunan ini.
Selain itu Basuki bersama rombongan juga berkunjung ke bendungan Gunung Nago Kelurahan Lambuang Bukik Kecamatan Pauh Kota Padang. Dalam dialongnya Basuki menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah mengupayakan kedaulatan pangan dengan menargetkan swasembada beras, jagung, dan kedelai. Oleh karenanya, ia berkomitmen terhadap kementerian yang dipimpinnya untuk penyediaan air.
Menurut Basuki ada beberapa pokok kegiatan untuk mewujudkan target tersebut. Diantaranya penyediaan bibit yang tepat waktu dan bermutu, penyuluhan rutin, cara bertanam yang benar dan air tersedia.
Selain meninjau jaringan irigasi, Basuki Hadi Muljono juga mendatangi kawasan wisata Mandeh, di Kabupaten Pesisiri Selatan. Ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan saran dan prasarana penunjang kawasan wisata guna menhongonsong pencanangan Tamana Nasional laut Mandeh yang akan dilakukana Presiden Joko Widodo pada 2 mendatang.
Pada kesempatan itu ia juga menegaskan bahwa untuk Indonesia sarana dan prasaran jalan di Sumatera Barat merupakan yang terbaik.
Untuk itu perlu dijaga dan dipeliharar dengan baik, bagaimana singkronisasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan pembangunan kedepannya.