Oleh : Hj. Yenil

Islam tidak mengenal sekulerisasi yakni memisahkan antara agama dan kekuasaan  atau  memisahkan urusan agama dan dunia. Islam dan kekuasaan bagai saudara kembar, Imam al-Ghajali mengatakan “Agama adalah pondasi” sedangkan kekuasaan adalah penjaga, apa saja yang tidak memiliki pondasi pasti akan hancur, dan apa saja yang tidak memiliki penjaga akan leunyap.
Terdapat dua macam pemimpin dimuka bumi ini dalam pandangan Islam yaitu pemimpin Yang dicintai dan yang dibenci oleh Allah. Pemimpin yang dicintai Allah adalah pemimipin yang adil, Rasulullah saw bersabda “sungguh manusia ang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya dengan-Nya adalah pemimpin yang adil” {HR.at-Tirmidzi}. Selain dicintai Allah pemimpin yang adil dicintai dan dido’akan oleh rakyatnya. 
Sosok pemimpin yang adil dan dicintai Allah adalah pemimpin yang menjalankan apa yang diperintahkan Allah {QS.an-Nisa(4):58}. Sifat yang melekat pada pemimpin yang adil adalah selalu menjalankan hukum-hukum Allah. Dia paham apa yang harus dilaksanakan  dan apa yang yang harus dihindari dia akan menerapkan semua hukum-hukum Allah secara kaffah tanpa memilah-milah. Segala keputusannya terikat dengan hukum syariat yang sudah jelas halal haramnya.  Setelah dia menerapkannya dia akan menjaga pelaksanannya seperti menjaga pelaksanaan ibadah maghdah yaitu shalat wajib, shalat jumat, shaum ramadhan, zakat dll. Juga mengawasi dan memelihara agar sesuai syariat  seperti perdagangan, utang piutang, syirkah, dan menutup pintu-pintu riba yang sudah jelas keharamannya, melaksanakan peradilan dan pidana islam seperti had bagi penzina, peminum khamr, pencuri dll.
Pemimpin yang adil  selalu menunaikn apa yang diamanahkan kepadanya yakni memelihara urusan umat, menjamin kebutuhan pokok berupa sandang, pangan dan papan agar dapat diperoleh oleh warga dengan mudah dan murah, memberikan kesehatan, pendidikan  dan keamanan secara cuma-cuma serta melindungi rakyat dari berbagai gangguan dan ancaman. Kekayaan alam dia kelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyatnya.
Pemimpin yang adil juga mempunyai keutamaan diantaranya termasuk salah satu dari tujuh golongan yang berhak mendapat naungan Allah di akherat kelak. Disamping itu juga, Pemimpin yang adil yang menegakan hukum-hukum Allah SWT, serta memelihara amanah umat, juga membawa keberkahan buat umatnya. 
Sebegitu pentingnya pemimpin yang adil sehingga para ulama berdoa akan kehadirannya. Penerapan Islam kaffah dalam bingkai sistem Khilafah lah yang mampu menghadirkan pemimpin yang adil. Sistem ini akan menjaga siapa saja termasuk para pemimpin dari tindakan melanggar syariat Alloh dan menghianati amanah umat karena ingat akan kerasnya siksa Allah bagi mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk hadirnya Pemimpin yang adil yaitu kita selalu melakukan amar makruf nahi munkar supaya sistem yang baik yang dapat melahirkan pemimpin yang adil dan dicintai Alloh hadir ditengah-tengah kaum muslimin. Nabi saw bersabda :“hendaklah kalian melakukan amar makruf nahi mungkar, Kalo tidak, Allah akan menjadikan orang-orang paling jahat diantara kalian berkuasa atas kalian, kemudian orang-orang baik diantara kalian berdo’a tetapi do’a mereka tidak dikabulkan.”(HR.Ahmad)
 
Top